<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
	<rss version="2.0" xmlns:atom="https://www.w3.org/2005/Atom">
 


				
					<channel>
						<title>.: Selamat Datang di Website Unit Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI :.</title>
						<link>https://upk.kemkes.go.id/new/feed</link>
						<description>Unit Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI</description>
						<language>id</language>
						<lastBuildDate>Sat, 11 Apr 2026 19:51:44 +0700</lastBuildDate>
						
						<atom:link href="https://upk.kemkes.go.id/new/feed/rss.php?cat=j" rel="self" type="application/rss+xml"/><item>
				<title>Tenaga Kesehatan Juga Manusia: Cara Fasilitas Kesehatan Jaga Petugas dari Cedera hingga Burnout</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/tenaga-kesehatan-juga-manusia-cara-fasilitas-kesehatan-jaga-petugas-dari-cedera-hingga-burnout</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:46 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/tenaga-kesehatan-juga-manusia-cara-fasilitas-kesehatan-jaga-petugas-dari-cedera-hingga-burnout</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Menyambut Bulan K3 Nasional 2026 dengan tema <em>&ldquo;Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif&rdquo;</em>, kita diajak untuk melihat lebih dalam ke balik layar fasilitas kesehatan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Di balik layanan prima Puskesmas, Klinik, hingga Rumah Sakit, ada tenaga kesehatan yang setiap hari terpapar risiko. K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) hadir bukan hanya sebagai aturan administratif, melainkan sebagai sistem perlindungan agar mereka yang menyembuhkan, juga tetap terjaga kesehatannya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Pilar Keselamatan dengan Melindungi Mereka yang Melayani</strong></p>

<p>Fasilitas kesehatan yang profesional adalah yang mampu membuat memitigasi risiko di setiap sudut pelayanannya dengan baik dan tepat, antara lain:</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>1. Proteksi Maksimal dari Ancaman Mikroskopis</strong></li>
</ul>

<p>Risiko infeksi adalah tantangan harian. Edukasi K3 memastikan kebiasaan seperti sanitasi tangan dan penggunaan APD menjadi budaya, bukan beban. Tujuannya jelas: mencegah Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan agar petugas dan pasien tetap aman.</p>

<ul>
	<li><strong>2. Keamanan Penanganan Alat Medis &amp; Limbah</strong></li>
</ul>

<p>Fasilitas Kesehatan menggunakan berbagai alat dan bahan yang perlu penanganan khusus serta membutuhkan konsentrasi tinggi, diantaranya seperti penggunaan alat tajam, resiko terpapar cairan tubuh, hingga bahan kimia. K3 mengatur prosedur penggunaan alat dan pengelolaan Limbah B3 yang ketat untuk mencegah kecelakaan kerja, seperti tertusuk jarum atau paparan bahan beracun.</p>

<ul>
	<li><strong>3. Keamanan Lingkungan dan Gedung</strong></li>
</ul>

<p>Fungsi K3 juga berkaitan dengan kemanan lingkungan fasilitas Kesehatan dengan mengedukasi petugas dan pengunjung terkait jalur evakuasi, menjaga area tetap rapi, memberitahukan tatacara menghadapi situasi mengancam seperti bencana alam.</p>

<ul>
	<li><strong>4. Lingkungan Kerja yang Ergonomis &amp; Minim Risiko Fisik</strong></li>
</ul>

<p>Tenaga kesehatan sering kali mengabaikan posisi tubuh saat mengangkat pasien, berdiri lama atau bekerja di depan komputer dalam waktu lama. Di sinilah aspek ergonomi berperan penting untuk mencegah gangguan Muskuloskeletal (nyeri otot dan tulang belakang) dengan himbauan atau sosialisasi tata cara mengangkat pasien yang benar serta peraturan posisi kerja. Hal ini pentig untuk mencegah otot dan kelelhan berlebihan.</p>

<ul>
	<li><strong>5. Menjaga Keseimbangan Mental (Well-being)</strong></li>
</ul>

<p>Selain keselamatan fisik, K3 di fasilitasi Kesehatan juga memperhatikan Kesehatan mental. Tekanan pelayanan sering kali memicu stres tinggi, sehingga perlu di ambil Tindakan pencegahan dengan membantu membangun dan menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan suportif untuk mencegah Burnout serta menjaga produktivitas tetap optimal.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Budaya K3: Fondasi Keberlanjutan Organisasi</strong></p>

<p>Budaya K3 bukan sekadar simbol di atas kertas. Ia adalah cerminan kesungguhan manajemen dalam melindungi aset paling berharga: Sumber Daya Manusia. Fasyankes yang memiliki budaya keselamatan yang kuat akan merasakan dampak nyata:</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>1. Menekan Risiko Insiden:</strong> Meminimalkan kecelakaan kerja yang bisa menghambat operasional.</li>
	<li><strong>2. Meningkatkan Kepercayaan Publik:</strong> Citra fasyankes yang aman akan meningkatkan daya saing dan kepercayaan pasien.</li>
	<li><strong>3. Keberlanjutan Jangka Panjang:</strong> Lingkungan kerja yang aman menjamin pelayanan tetap berjalan stabil dan berkontribusi pada kesehatan nasional.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>Penting untuk diingat ya sobat sehat, keselamatan itu tanggung jawab kita bersama. Dengan memahami peran K3 dengan baik, kita tidak hanya membangun fasilitas Kesehatan yang hebat, tetapi juga ekosistem yang manusiawi bagi semua pekerja atau seluruh orang yang berada di dalamnya.</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Musim Hujan &amp; Banjir Datang: Waspada 'Tamu Tak Diundang' yang Mengintai Kesehatanmu!</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/musim-hujan--banjir-datang-waspada-tamu-tak-diundang-yang-mengintai-kesehatanmu</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:46 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/musim-hujan--banjir-datang-waspada-tamu-tak-diundang-yang-mengintai-kesehatanmu</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Musim hujan yang berlangsung sejak akhir tahun 2025 hingga awal 2026 menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kesehatan. Beberapa wilayah di Indonesia mengalami banjir akibat curah hujan tinggi dan kondisi lingkungan, yang berdampak tidak hanya pada aktivitas dan infrastruktur, tetapi juga pada kesehatan masyarakat. Dalam kondisi banjir, keterbatasan air bersih dan makanan higienis sering kali tidak terhindarkan, sehingga risiko penularan penyakit meningkat dan perlu diantisipasi bersama.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Secara umum, musim hujan dan banjir menciptakan lingkungan yang mendukung penyebaran penyakit. Air banjir dapat membawa kuman dari limbah dan kotoran hewan, genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, sementara kondisi lembap dan padat mempercepat penularan penyakit. Berdasarkan kajian Kementerian Kesehatan RI, WHO, serta berbagai jurnal kesehatan, terdapat beberapa penyakit yang paling sering muncul dan perlu diwaspadai pada situasi ini, diantaranya:</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>1. Diare dan infeksi saluran pencernaan:</strong></li>
	<li>Diare atau infeksi saluran pencernaan bisa terjadi akibat dari mengonsumsi air maupun&nbsp;makanan yang terkontaminasi. Hal ini biasanya terjadi&nbsp;terutama saat akses air bersih terbatas di beberapa wilayah yang terkena dampak bencana banjir.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>2. Leptospirosis:</strong></li>
	<li>Penyakit infeksi zoonosis yang disebabkan oleh bakteri&nbsp;<em><a href="https://www.google.com/search?q=Leptospira&amp;oq=Leptospirosis+oenjelasan+singkat&amp;gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyBggAEEUYOTIJCAEQIRgKGKABMgkIAhAhGAoYoAEyBwgDECEYjwIyBwgEECEYjwLSAQgzNjYzajBqN6gCALACAA&amp;sourceid=chrome&amp;ie=UTF-8&amp;ved=2ahUKEwiz1qnU5MuSAxVPwTgGHZW4HiwQgK4QegQIARAC">Leptospira</a></em>, menular ke manusia melalui urine hewan terinfeksi (terutama tikus) yang mencemari air atau tanah, terutama saat banjir.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>3. Demam Berdarah Dengue (DBD):</strong></li>
	<li>Demam Berdarah Dengue (DBD)&nbsp;meningkat drastis saat musim hujan dan banjir karena genangan air menjadi tempat berkembang biak utama nyamuk&nbsp;<em>Aedes aegypti</em>.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA):</strong></li>
	<li>ISPA&nbsp;meningkat saat musim hujan dan banjir akibat kelembapan tinggi, lingkungan kotor, dan penurunan imun. Penularan terjadi via&nbsp;<em>droplet</em>&nbsp;(batuk/bersin) dan tangan terkontaminasi. Gejala meliputi batuk, pilek, demam, dan sesak napas.&nbsp;</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>5. Penyakit kulit:</strong></li>
	<li>Penyakit kulit sering meningkat saat musim hujan atau banjir akibat lingkungan lembap dan air kotor, yang memicu infeksi jamur, bakteri, dan dermatitis. Penyakit umum meliputi&nbsp;kutu air, kurap, selulitis, impetigo, dan dermatitis kontak.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>Untuk mengurangi risiko penyakit tersebut, upaya penanggulangan dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Cara Penanggulangan dan Antisipasi Umum</strong></p>

<ul>
	<li><strong>1.</strong> Menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan pakai sabun atau cairan pembersih tangan jika air terbatas.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>2.</strong> Menghindari kontak langsung dengan air banjir sebisa mungkin dan segera membersihkan tubuh setelahnya.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>3.</strong> Menguras atau menutup wadah air yang berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>4. </strong>Mengganti pakaian basah sesegera mungkin dan menjaga tubuh tetap kering.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>5. </strong>Segera mencari pertolongan medis jika mengalami demam tinggi, diare, atau keluhan yang memburuk.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Cara Penanggulangan dan Antisipasi bagi Korban Banjir dengan Keterbatasan Air Bersih dan Makanan Higienis</strong></p>

<ul>
	<li><strong>1.</strong> Mengutamakan air bersih yang tersedia untuk kebutuhan paling penting seperti minum dan kebersihan dasar, serta menggunakan air kemasan atau air bantuan jika ada.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>2.</strong> Jika air harus digunakan bersama, air sebaiknya direbus hingga mendidih atau diberi tablet penjernih air sesuai anjuran tenaga kesehatan.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>3.</strong> Menggunakan hand sanitizer atau tisu basah antiseptik sebagai pengganti sementara cuci tangan dengan air dan sabun.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>4.</strong> Mengonsumsi makanan bantuan yang masih tertutup rapat dan belum kedaluwarsa, serta menghindari makanan yang terendam air banjir.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>5.</strong> Memanaskan kembali makanan sebelum dikonsumsi jika memungkinkan, untuk menurunkan risiko kontaminasi kuman.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>6. </strong>Menggunakan alas kaki, plastik, atau bahan pelindung sederhana saat harus berjalan di area banjir untuk mencegah kontak langsung dengan air kotor.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>7. </strong>Membersihkan dan menutup luka sekecil apa pun dengan perban atau kain bersih agar tidak menjadi pintu masuk kuman.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>8.</strong> Mengatur jarak dan kebersihan lingkungan tempat mengungsi, termasuk tidak membuang sampah atau buang air sembarangan di sekitar lokasi pengungsian.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>Kejadian banjir yang terjadi di beberapa daerah pada akhir 2025 hingga awal 2026 dapat dijadikan contoh dan pengingat bahwa dampak banjir tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan. Dengan memahami jenis penyakit yang sering muncul serta menerapkan langkah penanggulangan sederhana sesuai kondisi yang ada, masyarakat diharapkan dapat meminimalkan risiko sakit dan tetap menjaga kesehatan meski berada dalam situasi darurat.</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Jangan Abaikan Nyeri Dada: Ancaman Serangan Jantung Bisa Datang Mendadak</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/jangan-abaikan-nyeri-dada-ancaman-serangan-jantung-bisa-datang-mendadak</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:45 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/jangan-abaikan-nyeri-dada-ancaman-serangan-jantung-bisa-datang-mendadak</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Apakah Anda pernah merasakan nyeri di bagian dada, atau mungkin memiliki teman atau keluarga yang mengeluh merasakan hal serupa? Banyak orang menganggap nyeri dada sebagai hal sepele, hanya masuk angin, kelelahan, atau pegal biasa. Padahal, keluhan ini dapat menjadi tanda awal dari kondisi yang jauh lebih serius, seperti serangan jantung mendadak.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Nyeri dada yang muncul tiba-tiba, terasa seperti ditekan, menjalar ke lengan, rahang, atau punggung, sering disertai keringat dingin, mual, atau sesak napas. Gejala-gejala ini tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi sinyal bahwa jantung sedang mengalami gangguan serius.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Keluhan nyeri dada memang tidak melulu berkaitan dengan masalah jantung, maka dari itu diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga Kesehatan berkompeten di bidangnya untuk mendiagnosis hal tersebut.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung tersumbat. Dalam kondisi ini, setiap menit sangat berharga. Penanganan cepat dalam satu hingga dua jam pertama dapat meningkatkan peluang keselamatan secara signifikan. Sayangnya, banyak kasus di Indonesia terjadi karena pasien terlambat mencari pertolongan akibat menyepelekan keluhan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Perlu digarisbawahi, informasi ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan mengingatkan bahwa sesibuk apa pun aktivitas Anda, kesehatan tetap harus menjadi prioritas. Tubuh selalu memberi sinyal ketika sedang tidak baik-baik saja. Ketika nyeri dada muncul dan terasa berbeda dari biasanya, itu adalah cara tubuh mengatakan bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Karena itu, jangan abai. Jika sudah mendapati tanda-tanda tersebut, segera hentikan aktivitas, minta bantuan, dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan kondisi jantung dalam keadaan aman.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Kenapa Nyeri Dada Tidak Boleh Diabaikan?</strong></p>

<p>Jantung adalah organ vital yang terus bekerja tanpa henti. Ketika aliran darah ke jantung tersumbat, otot jantung mulai rusak. Kondisi inilah yang disebut serangan jantung. Tanda awal paling umum adalah:</p>

<ul>
	<li>1. Nyeri dada yang sangat kuat, terasa seperti tertindih beban berat</li>
	<li>2. Nyeri menjalar ke rahang, bahu, punggung, atau lengan kiri</li>
	<li>3. Sesak napas</li>
	<li>4. Keringat dingin</li>
	<li>5. Mual atau ingin muntah</li>
</ul>

<p>Jika Anda mengalami gejala seperti ini, terutama nyeri dada yang tidak hilang-hilang, itu bukan kondisi untuk ditunda.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Mengapa Harus Segera Konsultasi ke Tenaga Medis?</strong></p>

<p>Menunda pemeriksaan berarti memberi waktu lebih lama bagi kerusakan jantung. Padahal, serangan jantung harus ditangani dalam <em>golden period</em> (waktu emas) sekitar 1&ndash;2 jam pertama untuk mendapatkan hasil terbaik dan mencegah kondisi semakin memburuk.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Saat Anda melakukan pemeriksaan lanjutan dari keluhan yang dirasakan biasanya tenaga medis akan melakukan beberapa pemeriksaan secara bertahap, antara lain:</p>

<ul>
	<li>1. Pemeriksaan fisik</li>
	<li>2. Rekam jantung (EKG)</li>
	<li>3. Tes darah</li>
	<li>4. Observasi dan pemantauan ketat</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>Tindakan ini menentukan apakah Anda sedang mengalami serangan jantung atau masalah lain seperti gangguan lambung, saraf, atau otot.</p>

<p><strong>Fakta yang Sering Salah Dipahami</strong></p>

<p>Banyak orang datang ke fasilitas kesehatan ketika kondisinya sudah sangat parah, sehingga penanganan menjadi lebih sulit. Padahal, semakin cepat Anda datang, semakin besar peluang untuk selamat dan pulih. Jangan tunggu sampai:</p>

<ul>
	<li>1. Nyeri dada muncul berulang</li>
	<li>2. Napas semakin pendek</li>
	<li>3. Rasa lemas tidak tertahankan</li>
	<li>4. Pingsan</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>Tanda-tanda di atas sudah memasuki zona bahaya dan harus mendapatkan penangan segera. Jangan tunggu nanti, kenali gejalanya, respon cepat, dan jadikan kesehatan sebagai bagian penting dari keseharian.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Mata Perih dan Lelah Saat Menatap Layar? Kenali Penyebab dan Solusinya</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/mata-perih-dan-lelah-saat-menatap-layar-kenali-penyebab-dan-solusinya</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:45 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/mata-perih-dan-lelah-saat-menatap-layar-kenali-penyebab-dan-solusinya</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Di era digital, hampir semua aktivitas kita&mdash;bekerja, belajar, hingga hiburan&mdash;melibatkan layar. Tak heran banyak orang mulai mengeluhkan mata perih, lelah, kering, atau bahkan berair setelah terlalu lama menatap gawai. Kondisi ini dikenal sebagai <strong><em>Computer Vision Syndrome (CVS)</em></strong> atau <strong><em>digital eye strain</em></strong><em>.</em></p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Masalah ini bukan hanya dialami oleh pekerja kantoran, tetapi juga pelajar, gamer, hingga pengguna ponsel yang aktif. Memahami penyebab dan cara mengatasinya sangat penting agar kesehatan mata tetap terjaga.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Penyebab Mata Perih dan Lelah Akibat Menatap Layar, antara lain:</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>1. Jarang Berkedip</strong></li>
</ul>

<p>Saat fokus menatap layar, frekuensi berkedip dapat berkurang hingga 50%. Padahal, berkedip penting untuk menjaga kelembapan alami mata.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>2. Cahaya Biru dari Layar</strong></li>
</ul>

<p>Paparan cahaya biru (blue light) dapat menyebabkan ketegangan mata, membuat mata cepat lelah, dan mengganggu kenyamanan visual.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>3. Pencahayaan Ruangan Tidak Tepat</strong></li>
</ul>

<p>Ruangan yang terlalu terang, terlalu gelap, atau terdapat pantulan cahaya (glare) dapat memaksa mata bekerja lebih keras.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>4. Jarak dan Posisi Layar Tidak Ideal</strong></li>
</ul>

<p>Layar yang terlalu dekat atau terlalu tinggi dapat menyebabkan mata dan otot sekitar bekerja ekstra.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>5. Pemakaian Gawai Tanpa Istirahat</strong></li>
</ul>

<p>Menatap layar berjam-jam tanpa memberi jeda pada mata merupakan pemicu utama mata lelah.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Saat mata bekerja terlalu keras dalam waktu lama, tubuh biasanya memberikan beberapa sinyal bahwa mata mulai mengalami kelelahan. Beberapa tanda yang umum dirasakan antara lain:</p>

<ul>
	<li>1. Mata terasa perih atau panas</li>
	<li>2. Mata kering atau sebaliknya justru berair</li>
	<li>3. Penglihatan kabur sementara</li>
	<li>4. Sakit kepala atau tegang di sekitar dahi</li>
	<li>5. Sensitif terhadap cahaya</li>
	<li>6. Mata cepat lelah saat membaca</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>Jika gejala diabaikan terlalu lama, ketidaknyamanan dapat bertambah dan mengganggu produktivitas.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Apabila Anda merasakan tanda-tanda mata perih ataupun lelah, Anda bisa melakukan beberapa cara sederhana untuk mencegah kondisi Kesehatan mata yang semakin memburuk, dengan cara:</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>1. Terapkan Aturan 20-20-20</strong></li>
</ul>

<p>Setiap 20 menit, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter). Cara sederhana ini terbukti efektif mengurangi ketegangan mata.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>2. Gunakan Artificial Tears (Obat Tetes Air Mata Buatan)</strong></li>
</ul>

<p>Tetes mata ini membantu menjaga kelembapan dan mencegah mata kering.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>3. Atur Pencahayaan Ruangan</strong></li>
</ul>

<p>Hindari pantulan cahaya pada layer. Atur brightness agar tidak terlalu terang atau terlalu gelap. Gunakan mode dark mode jika lebih nyaman</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>4. Jaga Jarak dan Posisi Layar</strong></li>
</ul>

<p>Idealnya layar berjarak 50&ndash;70 cm dari mata. Posisi layar sedikit lebih rendah dari garis pandang. Gunakan huruf dengan ukuran cukup besar</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>5. Istirahatkan Mata Secara Berkala</strong></li>
</ul>

<p>Cobalah berhenti sejenak setiap 1&ndash;2 jam untuk mengistirahatkan mata sepenuhnya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>6. Gunakan Filter Blue Light atau Kacamata Anti Radiasi</strong></li>
</ul>

<p>Fitur blue light filter dapat membantu mengurangi paparan cahaya biru dari layar perangkat digital.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>7. Perbanyak Minum Air Putih</strong></li>
</ul>

<p>Dehidrasi membuat produksi air mata menurun dan memicu mata kering.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Menggunakan perangkat digital memang tidak bisa dihindari, tetapi kesehatan mata tetap harus menjadi prioritas. Dengan kebiasaan yang benar dan jeda yang cukup, mata dapat terhindar dari perih, kering, dan kelelahan. Jika keluhan tidak membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mata agar mendapatkan penanganan yang tepat.</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Protein: Nutrisi Penting untuk Tubuh, Tak Perlu Mahal untuk Memenuhi Kebutuhanmu</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/protein-nutrisi-penting-untuk-tubuh-tak-perlu-mahal-untuk-memenuhi-kebutuhanmu</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:45 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/protein-nutrisi-penting-untuk-tubuh-tak-perlu-mahal-untuk-memenuhi-kebutuhanmu</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Protein adalah salah satu nutrisi paling penting bagi tubuh kita. Ia berfungsi sebagai &ldquo;blok bangunan&rdquo; untuk hampir semua jaringan tubuh, termasuk otot, kulit, rambut, kuku, dan organ vital seperti jantung dan hati. Tubuh tidak bisa memproduksi semua asam amino yang diperlukan, sehingga kita harus mendapatkannya dari makanan sehari-hari. Kekurangan protein dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, daya tahan tubuh menurun, hingga masalah metabolisme.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Mengapa Asupan Protein Sangat Penting? Setidaknya ada 6 penting, antara lain:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>1. Pertumbuhan dan Perbaikan Jaringan Tubuh</strong></p>

<p>Protein diperlukan untuk membangun dan memperbaiki sel serta jaringan tubuh. Bayangkan protein sebagai bahan baku konstruksi: otot yang rusak karena olahraga, luka, atau proses alami tubuh akan diperbaiki dengan protein. Anak-anak, remaja, dan ibu hamil membutuhkan protein yang cukup agar pertumbuhan berjalan optimal.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>2. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh</strong></p>

<p>Protein berperan dalam produksi antibodi, yang membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit. Kekurangan protein dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit, karena sel imun tidak bekerja optimal.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>3. Mendukung Produksi Hormon dan Enzim</strong></p>

<p>Protein juga membentuk hormon dan enzim yang mengatur metabolisme, pencernaan, dan fungsi organ. Tanpa protein cukup, metabolisme bisa terganggu, energi menurun, dan proses biologis tubuh lainnya tidak berjalan maksimal.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>4. Menjaga Kesehatan Tulang dan Otot</strong></p>

<p>Selain kalsium, protein penting untuk menjaga kesehatan tulang dan mempertahankan massa otot, terutama pada lansia. Protein cukup membantu mencegah osteoporosis dan menjaga kekuatan otot sehingga tubuh tetap aktif dan stabil.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>5. Mengontrol Berat Badan dan Memberi Rasa Kenyang</strong></p>

<p>Protein memiliki efek termik yang tinggi, artinya tubuh membakar lebih banyak kalori saat mencerna protein dibanding karbohidrat atau lemak. Selain itu, protein membuat rasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengurangi ngemil berlebihan dan mendukung manajemen berat badan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>6. Mendukung Kesehatan Kulit, Rambut, dan Kuku</strong></p>

<p>Kulit, rambut, dan kuku sebagian besar tersusun dari protein (kolagen, keratin). Kekurangan protein dapat menyebabkan kulit kering, rambut rontok, dan kuku rapuh.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Banyak orang mengira bahwa sumber protein itu hanya ada pada bahan makanan yang mahal saja, padahal tidak tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkannya. Berikut 10 alternatif protein murah yang bisa dikonsumsi sehari-hari:</p>

<p>1. Telur</p>

<p>2. Tempe</p>

<p>3. Tahu</p>

<p>4. Kacang tanah</p>

<p>5. Kacang merah</p>

<p>6. Kacang kedelai</p>

<p>7. Ayam kampung atau ayam local</p>

<p>8. Ikan lokal seperti kembung, tongkol, atau pindang</p>

<p>9. Susu bubuk local</p>

<p>10. Udang atau telur ikan lokal</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Protein adalah nutrisi esensial yang mendukung hampir semua fungsi tubuh, mulai dari pertumbuhan, daya tahan tubuh, metabolisme, hingga kesehatan kulit dan rambut. Dengan pilihan protein yang murah dan mudah didapat, semua orang dapat memenuhi kebutuhan protein sehari-hari. Konsumsi protein cukup, imbangi dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat agar tubuh tetap bugar dan optimal.</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Kenali Kondisi Tubuh dari Warna Lidah: Cermin Kesehatan yang Sering Terabaikan!</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/kenali-kondisi-tubuh-dari-warna-lidah-cermin-kesehatan-yang-sering-terabaikan</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:45 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/kenali-kondisi-tubuh-dari-warna-lidah-cermin-kesehatan-yang-sering-terabaikan</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Belakangan ini banyak orang mulai sadar pentingnya memeriksa tubuh dari hal kecil salah satunya dengan melihat warna lidah. Coba deh, perhatikan warna lidahmu menggunkan cermin: apakah berwarna merah muda segar, pucat, atau ada lapisan putih kekuningan? Lidah bukan hanya alat bicara dan pengecap rasa, tapi juga cermin kondisi kesehatan tubuhmu. Selain itu, lidah yang berubah warna sering disertai rasa tidak enak di mulut seperti pahit, bau, atau rasa aneh lainnya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Yuk, Simak ulasan mengenai arti dari setiap warna dari lidah kita, untuk antipasti pencegahan penyakit yang mungkin bersaran di tubuhmu.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>1. Lidah Berwarna Merah Muda (Normal)</strong></p>

<p>Jika lidah berwarna merah muda cerah, artinya tubuh berada dalam kondisi prima. Pencernaan berjalan lancar, sirkulasi darah baik, dan sistem imun bekerja optimal. Pada kondisi ini, mulut terasa segar tanpa rasa pahit atau tidak nyaman &mdash; tanda bahwa tubuh sedang fit dan sehat.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>2. Lidah Merah Terang atau Kemerahan</strong></p>

<p>Sobat sehat, jika lidahmu tampak merah terang atau kemerahan, bisa jadi tubuh sedang mengalami demam, peradangan, atau stres. Biasanya disertai rasa panas di tubuh dan mulut terasa pahit. Untuk membantu tubuh pulih, istirahatlah yang cukup, perbanyak minum air putih, hindari makanan pedas, dan tunda dulu konsumsi minuman panas agar tidak memperparah kondisi tubuh.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>3. Lidah Pucat atau Berlapis Putih</strong></p>

<p>Lidah yang tampak pucat atau berlapis putih bisa menjadi tanda anemia, kekurangan nutrisi, atau kebersihan mulut yang kurang terjaga. Lapisan putih juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur atau gangguan pencernaan. Biasanya disertai rasa tidak enak di mulut.</p>

<p>Untuk mengatasinya, bersihkan lidah secara rutin, cukupi asupan air putih, dan perbanyak makanan kaya zat besi seperti bayam, hati ayam, atau daging merah.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>4. Lidah Ungu atau Kebiruan</strong></p>

<p>Jika lidah tampak ungu atau kebiruan, hal ini bisa menandakan sirkulasi darah yang kurang lancar atau tubuh sedang kekurangan oksigen.</p>

<p>Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama jika disertai rasa lemas, pucat, atau mudah kelelahan. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebab pastinya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>5. Lidah Kuning</strong></p>

<p>Lidah berwarna kuning sering ditemukan pada orang yang memiliki kebiasaan merokok atau sering minum kopi. Warna ini muncul akibat penumpukan bakteri di permukaan lidah atau berasal dari asam lambung yang naik ke mulut.</p>

<p>Biasanya disertai bau mulut dan rasa pahit yang mengganggu. Untuk mencegahnya, bersihkan lidah secara teratur, kurangi konsumsi kopi dan rokok, serta perbanyak minum air putih agar bakteri tidak mudah menempel di permukaan lidah.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Selain untuk penampilan, faktanya menjaga kebersihan lidah sangat pentik untuk menjaga Kesehatan mulut dan tubuh. Berikut cara yang bisa dilakukan di rumah:</p>

<p>1. Gunakan <em>tongue scraper</em> atau sikat gigi lembut lalu bersihkan lidah dari belakang ke depan secara perlahan.</p>

<p>2. Kumur dengan air bersih atau obat kumur antiseptik. Lakukan kebiasaan ini dua kali sehari bersamaan dengan menyikat gigi,</p>

<p>3. Minum air yang cukup agar mulut tetap lembap dan kotoran tidak menumpuk.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Segera periksakan diri ke dokter gigi atau dokter umum jika lidah mengalami perubahan warna drastis yang bertahan lebih dari satu hingga dua minggu, disertai rasa sakit, nyeri, gatal, atau terbakar, muncul lapisan tebal, luka, atau bercak aneh, terasa pahit, mulut bau, atau tidak nyaman meski sudah membersihkan lidah dan menjaga kebersihan mulut, atau jika perubahan lidah dicurigai terkait penyakit kronis, infeksi, atau gangguan pencernaan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Warna dan kondisi lidah bisa menjadi petunjuk dini kesehatan tubuh, mulai dari kekurangan nutrisi, infeksi, hingga gangguan pencernaan. Jika lidah berubah warna, terasa pahit, atau mulut tidak nyaman, hal ini menandakan tubuh membutuhkan perhatian. Oleh karena itu, bersihkan lidah setiap hari, cukupi kebutuhan air, dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar kesehatan tubuh tetap optimal.</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Upacara Hari Kesehatan Nasional Ke-61: “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” Menuju Indonesia Emas 2045</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/upacara-hari-kesehatan-nasional-ke-61-generasi-sehat-masa-depan-hebat-menuju-indonesia-emas-2045</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:45 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/upacara-hari-kesehatan-nasional-ke-61-generasi-sehat-masa-depan-hebat-menuju-indonesia-emas-2045</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta, 12 November 2025 &mdash;</strong> Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang berlangsung khidmat di halaman kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta. Upacara dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, selaku inspektur upacara, dengan pasukan peserta upacara terdiri dari pegawai lintas unit di lingkungan Kemenkes.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Selama kegiatan berlangsung, Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) Kemenkes bertugas sebagai tim kesehatan yang siaga memberikan layanan medis kepada peserta dan tamu undangan, memastikan jalannya upacara berlangsung aman dan lancar.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan menyampaikan pidato reflektif dan inspiratif yang menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.</p>

<p>&ldquo;Empat juta anak Indonesia hari ini akan mencapai usia produktif pada tahun 2045, tepat satu abad Indonesia merdeka. Kita hanya memiliki dua dekade lagi untuk memastikan mereka tumbuh sebagai generasi yang sehat, tangguh, dan unggul,&rdquo; ujar Menkes dalam amanatnya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Tema Hari Kesehatan Nasional ke-61 tahun ini, &ldquo;Generasi Sehat, Masa Depan Hebat,&rdquo; menjadi seruan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menyadari bahwa kualitas kesehatan hari ini menentukan peradaban bangsa esok hari.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Transformasi Kesehatan Indonesia: Dari Mengobati ke Menjaga yang Sehat Tetap Sehat</strong></p>

<p>Empat tahun terakhir, Indonesia telah menapaki langkah besar dalam Transformasi Kesehatan Nasional, dengan pergeseran fokus dari sekadar mengobati orang sakit menjadi menjaga agar masyarakat tetap sehat. Transformasi ini diwujudkan melalui enam pilar utama yang terus dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Transformasi Layanan Primer:</p>

<ul>
	<li>- Sebanyak 8.349 Puskesmas telah menerapkan layanan primer terintegrasi.</li>
	<li>- Prevalensi stunting turun hingga di bawah 20%, tepatnya 19,8%.</li>
	<li>- Lebih dari 324 ribu kader kesehatan dilatih dengan keterampilan dasar.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>2. Transformasi Layanan Rujukan:</p>

<ul>
	<li>- Program pengampuan penyakit prioritas (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi) telah menjangkau 514 kabupaten/kota.</li>
	<li>- 29 provinsi kini mampu melakukan bedah jantung terbuka dan 8 provinsi sudah bisa melakukan operasi STA-MCA Bypass untuk kasus stroke.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>3. Ketahanan Kesehatan Nasional:</p>

<ul>
	<li>- 10 dari 14 antigen vaksin imunisasi rutin kini diproduksi di dalam negeri.</li>
	<li>- 9 dari 10 alat kesehatan utama yang digunakan di Indonesia juga sudah mampu diproduksi secara lokal.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>4. Transformasi Pembiayaan Kesehatan:</p>

<ul>
	<li>- Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjangkau 268 juta penduduk (98,9%).</li>
	<li>- Porsi asuransi dalam belanja kesehatan meningkat menjadi 36,37%, melindungi masyarakat dari risiko beban biaya kesehatan.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>5. Transformasi SDM Kesehatan:</p>

<ul>
	<li>- 61% Puskesmas telah memiliki 9 jenis tenaga kesehatan sesuai standar.</li>
	<li>- Penguatan SDM dilakukan melalui pengadaan ASN, penugasan khusus, fellowship, dan program beasiswa dokter spesialis.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>6. Transformasi Teknologi Kesehatan:</p>

<ul>
	<li>- Aplikasi SATUSEHAT Mobile telah digunakan oleh lebih dari 6 juta pengguna.</li>
	<li>- Lebih dari 90% fasilitas kesehatan kini terintegrasi secara digital.</li>
	<li>- Pemanfaatan AI di bidang radiologi membantu deteksi cepat penyakit seperti TB, stroke, dan kanker paru.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Apresiasi untuk Seluruh Insan Kesehatan Indonesia</strong></p>

<p>Dalam pidatonya, Menkes juga memberikan penghargaan tinggi kepada seluruh insan kesehatan Indonesia tenaga medis, tenaga kesehatan, akademisi, organisasi masyarakat, hingga kader di pelosok negeri yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa menjaga nyawa dan menegakkan martabat bangsa.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&ldquo;Perjalanan menuju Indonesia Sehat adalah perjalanan panjang dan menantang. Namun dengan tekad dan kerja sama, kita akan mewujudkan generasi sehat yang menjadi fondasi masa depan bangsa yang hebat,&rdquo; tegas Menkes.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Ia menekankan pentingnya transformasi budaya kerja insan kesehatan sebagai pilar ketujuh dari Transformasi Kesehatan, dengan semangat perubahan cara pikir dan cara kerja menuju birokrasi yang kompeten dan akuntabel.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Selain itu, upacara Hari Kesehatan Nasional ke-61 menjadi momentum refleksi sekaligus pengingat pentingnya menjaga semangat gotong royong dalam mewujudkan Indonesia sehat.</p>

<p>&ldquo;Mari kita terus membangun kesehatan dimulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, hingga seluruh negeri. Dari individu yang sehat raga dan jiwanya, akan lahir masyarakat yang kuat menuju Indonesia Emas 2045,&rdquo; tutup Menkes dalam amanatnya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Selamat Hari Kesehatan Nasional ke-61! Dengan Generasi Sehat, Kita Wujudkan Masa Depan Hebat Menuju Indonesia Emas 2045.</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Chia Seed: Superfood Kecil dengan Segudang Manfaat Besar</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/chia-seed-superfood-kecil-dengan-segudang-manfaat-besar</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:45 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/chia-seed-superfood-kecil-dengan-segudang-manfaat-besar</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Belakangan ini, banyak banget orang yang mulai rutin nyampurin chia seed ke minuman, yogurt, atau bahkan kopi pagi mereka. Ada yang karena ingin mulai hidup lebih sehat, ada juga yang sekedar penasaran. Tapi, apa sih sebenarnya chia seed itu? Emang bener bisa bikin tubuh jadi lebih sehat?</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Chia seed berasal dari tanaman Salvia hispanica L., anggota keluarga mint yang tumbuh di Meksiko dan Guatemala. Sejak peradaban Aztec dan Maya, biji kecil ini sudah menjadi sumber energi utama bagi para prajurit dan pelari jarak jauh. Kata <em>&ldquo;chia&rdquo;</em> sendiri berarti &ldquo;kekuatan&rdquo; dalam bahasa suku Maya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Di luar negeri, chia seed udah lama populer di kalangan pencinta gaya hidup sehat. Biasanya dijadikan campuran <em>smoothie, oatmeal</em>, salad, atau puding sehat.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Sedangkan Indonesia, tren ini juga lagi naik daun dari influencer kesehatan sampai ibu rumah tangga, banyak yang mulai menambahkan chia seed ke dalam menu harian. Selain karena manfaatnya, tekstur kenyal setelah direndam bikin sensasi minum jadi unik dan menyegarkan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Chia seed digolongkan sebagai superfood karena mengandung nutrisi yang sangat padat, di antaranya:</p>

<ol>
	<li>1. Omega-3 tinggi: menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kadar kolesterol jahat.</li>
	<li>2. Serat alami: membantu pencernaan, menstabilkan gula darah, dan membuat kenyang lebih lama.</li>
	<li>3. Protein nabati: cocok untuk vegetarian dan mendukung pembentukan otot.</li>
	<li>4. Kalsium, magnesium, dan fosfor: baik untuk kesehatan tulang.</li>
	<li>5. Antioksidan tinggi: membantu menjaga kesehatan kulit dan melawan radikal bebas.</li>
</ol>

<p>&nbsp;</p>

<p>Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan konsumsi chia seed dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan energi dan fokus, mendukung sistem kekebalan tubuh, menstabilkan gula darah, menurunkan kolesterol, dan meningkatkan energi.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Resep Sederhana Chia Seed Pudding</strong></p>

<p>Berikut resep praktis dan sehat yang bisa dicoba di rumah:</p>

<p><strong>Bahan:</strong></p>

<ul>
	<li>- 3 sdm chia seed</li>
	<li>- 250 ml susu almond (atau susu sapi rendah lemak)</li>
	<li>- 1 sdm madu</li>
	<li>- Potongan buah segar (pisang, stroberi, atau mangga)</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Cara Membuat:</strong></p>

<p>1. Campurkan chia seed, susu, dan madu dalam wadah tertutup.</p>

<p>2. Aduk rata, diamkan minimal 4 jam atau semalaman di kulkas.</p>

<p>3. Sajikan dingin dengan potongan buah di atasnya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Walaupun sehat, chia seed tetap perlu dikonsumsi dengan bijak ya sobat sehat. Berikut adalah cara atau aturan aman dalam mengonsumsi chia seed:</strong></p>

<p>1.Takaran aman: sekitar 1&ndash;2 sendok makan per hari.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>2. Selalu rendam chia seed dalam air, susu, atau cairan lain sebelum dikonsumsi. Biji chia bisa menyerap cairan hingga 10&ndash;12 kali lipat dari beratnya, sehingga menelannya dalam keadaan kering dapat menimbulkan risiko tersedak atau gangguan pencernaan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>3. Perbanyak minum air putih! Karena chia menyerap banyak cairan, penting untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi agar tidak mengalami sembelit.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>4. Konsultasikan ke dokter bagi yang memiliki alergi biji-bijian atau gangguan pencernaan sebelum rutin mengonsumsinya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Chia seed bukan sekadar tren, melainkan superfood alami untuk hidup lebih sehat. Dengan kandungan gizi yang lengkap, kemudahan dalam penyajian, dan manfaat besar bagi tubuh, biji mungil ini menjadi pilihan ideal untuk mendukung gaya hidup sehat masa kini, asalkan dikonsumsi dengan takaran tepat dan cukup air.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>UPK Kemenkes Raih Anugerah BAPETEN 2025 untuk Pertama Kalinya dalam Kategori Keselamatan dan Keamanan Nuklir Bidang Radiologi Diagnostik dan Intervensional (Non-Rumah Sakit)</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/upk-kemenkes-raih-anugerah-bapeten-2025-untuk-pertama-kalinya-dalam-kategori-keselamatan-dan-keamanan-nuklir-bidang-radiologi-diagnostik-dan-intervensional-non-rumah-sakit</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:45 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/upk-kemenkes-raih-anugerah-bapeten-2025-untuk-pertama-kalinya-dalam-kategori-keselamatan-dan-keamanan-nuklir-bidang-radiologi-diagnostik-dan-intervensional-non-rumah-sakit</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta, 27 Oktober 2025 &mdash;</strong> Untuk pertama kalinya, Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) Kementerian Kesehatan berhasil meraih Anugerah BAPETEN 2025 yang diberikan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir. UPK Kemenkes dinobatkan sebagai penerima penghargaan untuk kategori Keselamatan dan Keamanan Nuklir kegiatan Radiologi Diagnostik dan Intervensional (Non-Rumah Sakit), sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan performa unggul dalam penerapan keselamatan radiasi dan keamanan sumber radioaktif.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Kegiatan penganugerahan ini digelar pada Senin, 27 Oktober 2025, bertempat di Grand Ballroom Pullman 1, Lantai 16, Hotel Pullman Central Park &ndash; Jakarta. Acara tersebut merupakan bagian dari Executive Meeting dan Penyerahan Anugerah BAPETEN 2025, yang menjadi wadah apresiasi bagi instansi dan fasilitas pemegang izin yang menerapkan keselamatan dan keamanan nuklir secara konsisten di Indonesia.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Pemberian Anugerah BAPETEN 2025 ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala BAPETEN Nomor 2232 Tahun 2025 tentang Penerima Penghargaan Anugerah BAPETEN 2025.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Plt. Kepala BAPETEN, Ir. Zainal Arifin, MT, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada para pemegang izin dan pengelola fasilitas yang telah menunjukkan integritas tinggi dalam melaksanakan prinsip keselamatan dan keamanan nuklir.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Pada kesempatan tersebut, UPK Kemenkes termasuk dalam 50 instansi terbaik nasional dari ratusan nominasi di berbagai kategori, yang berkesempatan menerima piagam Anugerah BAPETEN 2025 secara langsung dalam acara tersebut.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Prestasi ini menjadi momentum bersejarah bagi UPK Kemenkes, sekaligus bukti nyata atas kerja keras tim radiologi yang terus berkomitmen menjaga keselamatan dan keamanan dalam setiap aktivitas pelayanan radiologi diagnostik dan intervensional.</p>

<p>Plt. Kepala UPK Kemenkes, Ni Nengah Yustina Tutuanita, SKM, M.K.M., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas penghargaan bergengsi ini.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&ldquo;Penghargaan ini merupakan kebanggaan besar bagi kami karena untuk pertama kalinya UPK Kemenkes memperoleh Anugerah BAPETEN. Ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh tim&mdash;terutama dua radiografer kami yang telah berupaya maksimal memastikan keselamatan radiasi berjalan sesuai standar, serta peranan dokter spesialis radiologi dan fisikawan medik yang turut membantu memastikan layanan radiologi sesuai dengan regulasi yang telah ditentukan,&rdquo; ungkap Ni Nengah.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Lebih lanjut, Ni Nengah menegaskan bahwa capaian ini menjadi tonggak penting bagi UPK Kemenkes untuk terus memperkuat komitmen terhadap keselamatan radiasi dan mutu pelayanan kesehatan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&ldquo;Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, tetapi juga amanah bagi kami untuk terus menjaga standar keselamatan, meningkatkan kompetensi SDM, dan memperkuat tata kelola fasilitas radiologi sesuai regulasi nasional,&rdquo; ujarnya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Dengan diraihnya penghargaan ini, UPK Kemenkes bertekad menjadikan nilai keselamatan dan keamanan nuklir sebagai budaya kerja yang berkelanjutan di seluruh lini pelayanan. Dukungan, sinergi, dan semangat kolaboratif seluruh tim menjadi modal utama dalam mewujudkan layanan radiologi yang aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Pemberian apresiasi ini semoga dapat menjadi motivasi tambahan bagi seluruh layanan kesehatan yang menggunakan sumber radiasi pengion untuk terus berkomitmen dalam menjaga keamanan dan keselamatan pemanfaatan radiasi di Indonesia.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Dengan capaian ini pun, keluarga besar UPK Kemenkes turut berbangga dan menjadikannya sebagai motivasi secara internal untuk terus memperkuat tata kelola fasilitas radiologi, meningkatkan kompetensi SDM, serta memperluas penerapan prinsip keselamatan radiasi di seluruh lini pelayanan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><em>&ldquo;Penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal dari komitmen yang lebih besar untuk terus menjaga keselamatan, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,&rdquo;</em> tutup Ni Nengah dengan penuh haru dan optimisme.</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Cacingan Jangan Disepelekan: Ini Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegahnya</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/cacingan-jangan-disepelekan-ini-penyebab-dampak-dan-cara-mencegahnya</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:45 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/cacingan-jangan-disepelekan-ini-penyebab-dampak-dan-cara-mencegahnya</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Belakangan ini isu cacingan kembali mencuat setelah muncul kasus seorang anak mengalami komplikasi berat akibat infeksi cacing gelang (<em>Ascaris lumbricoides</em>). Bahkan, ada laporan kasus yang berujung kematian. Fakta ini langsung memicu perhatian publik karena selama ini banyak yang menganggap cacingan hanya masalah kecil atau penyakit anak-anak biasa.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Padahal, data menunjukkan masalah cacingan masih cukup serius. Menurut Kementerian Kesehatan RI, angka kecacingan nasional rata-rata memang sekitar 3,3% pada anak-anak, tetapi di beberapa daerah prevalensinya bisa mencapai lebih dari 10%. Sementara itu, WHO (World Health Organization) melaporkan ratusan juta anak di dunia masih berisiko dan perlu mendapat obat pencegahan cacing setiap tahunnya. Artinya, isu ini bukan hanya masalah kesehatan sederhana, melainkan ancaman nyata bagi tumbuh kembang generasi muda.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Kenapa Bisa Terjadi Cacingan?</strong></p>

<p>Cacingan biasanya terjadi karena telur atau larva cacing masuk ke tubuh manusia. Jalurnya bermacam-macam, misalnya:</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;1. Makanan atau minuman yang terkontaminasi tanah atau kotoran,</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;2. Sayur dan buah yang tidak dicuci bersih,</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;3. Kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan,</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;4. Kebersihan lingkungan yang buruk,</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;5. Serta kebiasaan tidak memakai alas kaki di luar rumah, sehingga larva cacing bisa menembus kulit.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>Jenis cacing yang sering menyerang manusia antara lain cacing gelang, cacing tambang, dan cacing cambuk. Jika infeksi terjadi terus-menerus, tubuh bisa kehilangan banyak nutrisi. Akibatnya, penderita menjadi lemas, pucat karena anemia, sulit konsentrasi, bahkan pada anak-anak bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan otak.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Walaupun gejala yang muncul terbilang ringan, seperti gatal di sekitar anus atau sakit perut, Sobat Sehat sebaiknya tidak mengabaikan atau menganggap remeh cacingan. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Padahal, faktanya cacingan bisa menimbulkan dampak berat bila jumlah cacing di dalam tubuh terlalu banyak. Cacing gelang, misalnya, dapat menyumbat usus hingga menyebabkan infeksi parah. Kondisi ini yang akhirnya membuat masyarakat sadar bahwa kecacingan bukan masalah sepele, melainkan harus ditangani serius.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Dampak pada Kesehatan dan Pendidikan</strong></p>

<p>Bagi anak-anak usia sekolah, cacingan bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga bisa berdampak pada prestasi belajar. Anak yang terkena cacingan sering mengeluh lemas, mudah mengantuk, dan sulit fokus. Kekurangan zat gizi akibat cacing juga bisa menurunkan imunitas sehingga anak mudah sakit.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Bagi orang dewasa, infeksi cacing dapat menurunkan produktivitas kerja, apalagi bila disertai anemia. Jadi, penyakit ini bisa menghambat kualitas hidup banyak orang tanpa disadari.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Cara Mencegah Cacingan</strong></p>

<p>Pencegahan sebetulnya sederhana, namun sering diabaikan. Beberapa langkah yang sangat dianjurkan adalah:</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp;</strong> &nbsp;1. Cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;2. Cuci bersih buah dan sayur sebelum dikonsumsi.</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;3. Pastikan makanan dimasak sampai matang sempurna.</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;4. Gunakan alas kaki saat beraktivitas di luar rumah.</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;5. Jaga kebersihan lingkungan, terutama sanitasi dan saluran pembuangan.</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;6. Minum obat cacing secara rutin minimal dua kali setahun, terutama untuk anak-anak sesuai program kesehatan dari pemerintah.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Jika Sudah Terinfeksi, Apa yang Harus Dilakukan?</strong></p>

<p>Kalau sudah terlanjur terkena cacingan, pengobatan relatif mudah. Dokter biasanya meresepkan obat seperti albendazol atau mebendazol. Obat ini aman, efektif, dan mampu memutus siklus cacing di dalam tubuh. Namun, yang lebih penting adalah mencegah infeksi berulang dengan menerapkan pola hidup bersih.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Sobat sehat, isu cacingan yang jadi perbincangan luas belakangan ini menjadi pengingat bahwa penyakit yang terlihat sepele bisa berakibat serius bila diabaikan. Bukan hanya soal kesehatan pribadi, tetapi juga soal kualitas generasi mendatang.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Anak muda perlu lebih peduli pada kebersihan diri, lingkungan, serta menjaga pola makan sehat. Cacingan bukan hanya urusan anak-anak, melainkan bisa menyerang siapa saja. Dengan gaya hidup bersih dan sehat, risiko penyakit ini bisa ditekan, sehingga kita bisa tetap aktif, produktif, dan sehat.</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Kerja Duduk Berjam-Jam, Waspadai Risiko yang Diam-Diam Mengintai</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/kerja-duduk-berjam-jam-waspadai-risiko-yang-diam-diam-mengintai</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:45 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/kerja-duduk-berjam-jam-waspadai-risiko-yang-diam-diam-mengintai</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Kerja kantoran memang identik dengan duduk lama di depan komputer. Entah sibuk menyelesaikan laporan, rapat online, atau tenggelam mengejar deadline, tanpa sadar tubuh terjebak dalam gaya hidup kurang gerak alias <em>sedentary lifestyle</em>. Sobat sehat tahu tidak, bahwa kebiasaan ini bisa memicu berbagai masalah serius, mulai dari nyeri punggung, kaku otot, mata lelah, hingga penyakit kronis seperti jantung, obesitas, bahkan diabetes.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Tubuh manusia diciptakan untuk bergerak. Ketika terlalu lama duduk, aliran darah melambat, metabolisme menurun, dan otot menjadi pasif. Hasilnya? Rasa pegal, kepala berat, dan energi yang cepat terkuras. Apalagi jika dibarengi pola makan sembarangan dan kurang tidur, efek buruknya semakin terasa.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Agar tubuh tetap sehat walau terjebak rutinitas kerja duduk, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;1. Bangun Setiap 30 Menit</strong>: Berdiri, berjalan ke dispenser, atau lakukan peregangan singkat di meja kerja. Menurut Kemenkes, gerakan kecil ini membantu sirkulasi darah tetap lancar dan mengurangi risiko kekakuan otot.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;2. Lakukan Peregangan Ringan</strong>: Putar leher, tarik bahu, atau goyangkan pergelangan kaki secara berkala. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini membuat tubuh tetap fleksibel dan terhindar dari kaku otot.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;3. Gunakan Jam Makan Siang untuk Bergerak</strong>: Jalan kaki ke luar kantor atau pilih tempat makan yang sedikit jauh agar tubuh punya alasan untuk aktif.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;4. Jaga Kesehatan Mata</strong>: Terapkan aturan <strong>20-20-20</strong>: setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh 6 meter selama 20 detik. Atur jarak monitor sekitar 50&ndash;70 cm dan posisikan sedikit di bawah garis pandang.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;5. Perhatikan Nutrisi dan Hidrasi</strong>: Minum air secara rutin, pilih camilan sehat seperti buah atau kacang, batasi konsumsi kopi berlebihan serta makanan tinggi gula.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>Kerja duduk bukan alasan untuk membiarkan kesehatan terabaikan. Dengan langkah kecil dan kebiasaan sehat, risiko gaya hidup sedentari bisa ditekan. Ingat, tubuh yang sehat adalah modal utama untuk tetap produktif, di kantor maupun di luar kantor.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Bayi Mulai Makan: Panduan Sehat dan Resep Praktis untuk Ibu Bekerja</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/bayi-mulai-makan-panduan-sehat-dan-resep-praktis-untuk-ibu-bekerja</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:45 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/bayi-mulai-makan-panduan-sehat-dan-resep-praktis-untuk-ibu-bekerja</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Masa peralihan bayi dari ASI eksklusif menuju makanan padat (MPASI) merupakan fase penting yang menentukan tumbuh kembang anak ke depannya. Umumnya, bayi mulai diperkenalkan makanan pendamping ASI saat memasuki usia <strong>6 bulan</strong>, saat sistem pencernaan mereka sudah mulai matang.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Namun bagi ibu pekerja, tantangan memberi MPASI sehat dan tepat waktu seringkali membuat stres. Lantas, bagaimana cara menyiasatinya?</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Mengapa MPASI Penting?</strong></p>

<p>Menurut Kementerian Kesehatan RI, usia 6&ndash;24 bulan adalah masa &quot;golden window of opportunity&quot; atau <strong>jendela emas pertumbuhan anak</strong>. Di masa ini, bayi membutuhkan <strong>energi, protein, zat besi, dan vitamin</strong> yang tidak cukup hanya dari ASI.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Tanda Bayi Siap Makan</strong></p>

<p>Beberapa tanda bayi siap makan:</p>

<ul>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;1. Usia <strong>6 bulan</strong></li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;2. Bisa duduk dengan dukungan leher yang kuat</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;3. Menunjukkan ketertarikan pada makanan (misalnya mencoba meraih makanan saat melihat orang dewasa makan)</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;4. Mulai menghilangkan refleks menjulurkan lidah saat disuapi</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Tips Praktis MPASI untuk Ibu Bekerja</strong></p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;1. Siapkan menu di akhir pekan</strong> untuk stok harian</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;2. Gunakan <strong>wadah kecil BPA-free</strong> dan simpan dalam freezer</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;3. Gunakan alat sederhana seperti blender mini atau slow cooker</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;4. Pilih bahan alami, <strong>hindari gula &amp; garam</strong> di bawah usia 1 tahun</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;5. Hangatkan porsi kecil sesuai kebutuhan saat memberi makan</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Resep MPASI Simple untuk Ibu Bekerja</strong></p>

<h3><strong>Puree Kentang Ayam Wortel</strong></h3>

<p><strong>Usia</strong>: 6&ndash;9 bulan<br />
<strong>Porsi</strong>: 3&ndash;4</p>

<p><strong>Bahan:</strong></p>

<ul>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;- 1 buah kentang kecil, kupas dan potong dadu</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;- 1 batang wortel, iris tipis</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;- 25 gram dada ayam tanpa kulit</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;- 150 ml air</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Cara Membuat:</strong></p>

<ul>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;1. Rebus kentang, wortel, dan ayam hingga empuk.</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;2. Masukkan semua bahan ke blender, tambahkan air rebusan sedikit demi sedikit hingga halus.</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;3. Dinginkan, bagi ke dalam wadah kecil, simpan di kulkas atau freezer, dan atau langsung dikonsumsi si buah hati.</li>
</ul>

<p>Untuk penyimpanan memiliki masa waktu maksimal 2 hari di lemari pendingin dan dapat disimpan selama 1 minggu di dalam freezer.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Variasi MPASI Lainnya:</strong></p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;1. Bubur alpukat pisang</strong> (tanpa masak, cukup haluskan)</li>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;2. Puree labu susu</strong> (kukus labu, haluskan dengan ASI/perasan kaldu)</li>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;3. Tim saring nasi merah, tahu, dan bayam</strong></li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>Ingat sobat sehat, jangan terpaku pada satu menu karena pengenalan berbagai rasa dan tekstur makanan pada bayi sangat penting untuk bayi, hal ini agar saat besar nanti anak tidak pilih-pilih makanan.</p>

<p>Memulai MPASI memang menantang, terutama bagi ibu bekerja. Namun dengan persiapan cerdas, pemilihan bahan alami, dan semangat membangun rutinitas, <strong>bayi tetap bisa mendapatkan asupan terbaik</strong> meski sang ibu aktif di luar rumah.</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Hanya 2,5 Jam per Minggu, Tubuh Lebih Sehat dan Bebas Risiko Penyakit!</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/hanya-25-jam-per-minggu-tubuh-lebih-sehat-dan-bebas-risiko-penyakit</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:45 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/hanya-25-jam-per-minggu-tubuh-lebih-sehat-dan-bebas-risiko-penyakit</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Saat ini, banyak orang masih mengira bahwa olahraga harus dilakukan di tempat khusus atau dengan alat-alat mahal. Padahal, cukup dengan 2,5 jam olahraga ringan dalam seminggu, kita sudah bisa menjaga tubuh tetap sehat dan mencegah penyakit.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Selain itu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, setiap orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu. Jika dibagi rata, cukup sekitar 21 menit per hari. Aktivitas ini bisa berupa gerakan sederhana, seperti lari di tempat, jalan kaki cepat, atau naik turun tangga.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Menariknya, meskipun terlihat mudah, lari di tempat ternyata cukup efektif untuk membakar kalori. Dalam waktu 30 menit, seseorang bisa membakar lebih dari 200 kalori, tergantung berat badan dan kecepatan gerakannya. Dengan kata lain, olahraga ringan pun bisa berdampak besar bagi kesehatan jika dilakukan secara rutin.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Tidak hanya itu, manfaat olahraga rutin juga sangat beragam. Kita bisa menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung, memperbaiki kualitas tidur, dan mengurangi risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, hingga stroke. Jadi, olahraga bukan hanya soal penampilan, tapi soal menjaga tubuh agar tetap berfungsi dengan baik.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Sayangnya, data dari WHO tahun 2024 menunjukkan bahwa 1 dari 3 orang dewasa di dunia kurang bergerak. Hal ini menjadi perhatian serius, karena kebiasaan tidak aktif bisa meningkatkan risiko penyakit kronis di masa depan. Jika dibiarkan, jumlah penderita penyakit akan terus meningkat hingga tahun 2025 dan seterusnya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mulai bergerak dari sekarang. Kamu bisa memulai dengan lari di tempat selama 10&ndash;15 menit setiap hari, lalu tingkatkan durasinya sedikit demi sedikit. Walau terlihat simpel, aktivitas ini bisa membakar lebih dari 200 kalori hanya dalam 30 menit, tergantung berat badan dan kecepatan gerakan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Kalau dilakukan secara rutin setiap hari, manfaatnya luar biasa:</p>

<ul>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;1. Bantu turunkan berat badan</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;2. Perkuat jantung dan paru-paru</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;3. Turunkan risiko penyakit seperti diabetes dan darah tinggi</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;4. Bikin tidur lebih nyenyak dan tubuh lebih segar</li>
</ul>

<p>Selanjutnya, tambahkan gerakan lain seperti lompat tali atau squat agar lebih bervariasi.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Pada akhirnya, kunci hidup sehat bukan terletak pada olahraga berat, tetapi pada konsistensi. Cukup dengan 30 menit gerak aktif setiap hari, tubuh akan terasa lebih bugar dan terhindar dari berbagai penyakit.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Perut Buncit: Lebih dari Sekadar Masalah Penampilan, Ini Dampaknya pada Kesehatan</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/perut-buncit-lebih-dari-sekadar-masalah-penampilan-ini-dampaknya-pada-kesehatan</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:45 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/perut-buncit-lebih-dari-sekadar-masalah-penampilan-ini-dampaknya-pada-kesehatan</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Pernah merasa pakaian mulai terasa sempit atau cermin menunjukkan bentuk tubuh yang berbeda? Perut buncit sering kali menjadi masalah yang dihadapi banyak orang, terutama dengan pola hidup yang semakin tidak sehat. Mungkin kamu berpikir bahwa ini hanya soal penampilan semata. Tapi, sebenarnya, perut buncit bisa menjadi pertanda serius tentang kondisi kesehatan tubuhmu.</p>

<p>Lemak yang menumpuk di sekitar perut&mdash;terutama jenis lemak visceral yang ada di dalam tubuh&mdash;bisa berbahaya lebih dari yang kamu kira. Selain mempengaruhi penampilan, perut buncit dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius. Jika tidak segera ditangani, masalah ini bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan sulit diatasi. Maka, penting untuk mulai peduli dengan kesehatan tubuh, salah satunya dengan mencari tahu penyebab dan cara mengatasi perut buncit.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Kenapa Perut Bisa Buncit?</strong></p>

<p>Perut buncit biasanya muncul akibat penumpukan lemak visceral, yaitu lemak yang terkumpul di sekitar organ-organ dalam tubuh. Beberapa faktor utama yang menyebabkan perut buncit antara lain:</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;1) Makanan yang tidak sehat</strong>:</li>
</ul>

<p>Kebiasaan makan makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan karbohidrat olahan bisa meningkatkan penumpukan lemak di perut.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;2)&nbsp;Kurangnya aktivitas fisik</strong>:</li>
</ul>

<p>Gaya hidup yang minim gerak atau jarang olahraga berhubungan langsung dengan peningkatan lemak di perut.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;3) Stres yang berlebihan</strong>:</li>
</ul>

<p>Hormon stres, seperti kortisol, bisa meningkatkan rasa lapar dan mengubah cara tubuh menyimpan lemak, terutama di area perut.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;4) Tidur yang tidak cukup</strong>:</li>
</ul>

<p>Kurang tidur dapat mengganggu hormon yang mengatur rasa lapar dan menyebabkan penambahan lemak perut.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Bahaya Perut Buncit bagi Kesehatan</strong></p>

<p>Meskipun terlihat seperti masalah estetika, perut buncit ternyata bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan. Lemak yang menumpuk di area perut dapat memengaruhi organ-organ penting dalam tubuh dan berisiko menimbulkan penyakit serius, seperti:</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;1) Penyakit Jantung</strong>: Lemak visceral meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi, yang pada gilirannya memicu masalah jantung. Biasanya berisiko menyebabkan serangan jantung atau stroke.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;2) Diabetes Tipe 2</strong>: Penumpukan lemak perut bisa mengganggu kemampuan tubuh untuk mengontrol gula darah, menyebabkan diabetes tipe 2. Biasanya berisiko memperburuk kontrol gula darah dan meningkatkan kebutuhan obat.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;3) Hipertensi</strong>: Perut buncit berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi. Biasanya berisiko meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;4) Gangguan Tidur</strong>: Lemak perut yang berlebihan dapat memberi tekanan pada saluran pernapasan, meningkatkan risiko gangguan tidur seperti sleep apnea. Biasanya berisiko menyebabkan tidur yang terganggu dan kelelahan kronis.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;5) Kanker</strong>: Beberapa studi menunjukkan bahwa kelebihan lemak di perut dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar. Biasanya berisiko memperburuk prognosis penyakit kanker yang ada.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Mengatasi Perut Buncit: Kenapa Harus Konsultasi dengan Dokter atau Ahli Gizi?</strong></p>

<p>Jika perut buncit sudah mulai mengganggu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Mengapa? Karena perut buncit bisa menjadi gejala masalah kesehatan lain yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan bantuan profesional, kamu bisa mendapatkan rencana yang lebih terarah dan sesuai dengan kondisi tubuhmu. Mereka bisa membantu:</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;1) Mendiagnosis masalah kesehatan lain</strong>: Dokter bisa memeriksa apakah perut buncit disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti gangguan metabolisme atau hormon.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;2) Menyusun diet yang tepat</strong>: Ahli gizi dapat membantumu membuat rencana makan yang sehat dan membantu mengurangi lemak perut secara bertahap.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;3) Menentukan program olahraga yang cocok</strong>: Dokter atau ahli gizi bisa memberikan rekomendasi olahraga yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, untuk membakar lemak secara efektif.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Langkah Sederhana untuk Mengurangi Perut Buncit</strong></p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;1) Makan dengan bijak</strong>: Pilih makanan yang kaya serat, seperti sayur, buah, dan biji-bijian. Hindari makanan tinggi gula dan lemak jenuh.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;2) Olahraga teratur</strong>: Usahakan untuk bergerak aktif setiap hari, minimal 30 menit. Olahraga ringan seperti berjalan cepat, berlari, atau berenang bisa membantu membakar lemak perut.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;3) Tidur yang cukup</strong>: Pastikan tidur malammu cukup, 7-8 jam setiap hari, agar metabolisme tubuh tetap berjalan dengan baik.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;4) Kelola stres</strong>: Lakukan aktivitas yang bisa membantu mengurangi stres, seperti meditasi atau yoga, agar tubuhmu tidak menyimpan lemak berlebih akibat hormon stres.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Cuma Butuh 1 Menit! Teknik 3-3-3 Ini Bisa Bantu Meredakan Stres Dengan Cepat</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/cuma-butuh-1-menit-teknik-3-3-3-ini-bisa-bantu-meredakan-stres-dengan-cepat</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:45 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/cuma-butuh-1-menit-teknik-3-3-3-ini-bisa-bantu-meredakan-stres-dengan-cepat</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Pernah nggak sih, kamu lagi duduk tenang, tiba-tiba pikiran langsung ke mana-mana? Rasanya kayak ada ribuan hal numpuk di kepala, mulai dari kerjaan, deadline, sampai hal-hal kecil yang sebenarnya nggak perlu dipikirin. Meski terdengar seperti hal biasa, kondisi ini jika dibiarkan bisa berdampak serius pada kesehatan mental dan fisik. Untuk membantu mengatasi hal tersebut, ada sebuah&nbsp;teknik sederhana namun efektif untuk membantu mengurangi rasa cemas Anda yaitu&nbsp;<strong>teknik 3-3-3</strong>.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Apa Itu Teknik 3-3-3?</strong></p>

<p>Teknik 3-3-3 merupakan metode <em>grounding</em> atau penenangan diri yang dirancang untuk membantu seseorang kembali fokus pada keadaan sebenarnya. Teknik ini tidak memerlukan alat bantu apa pun, hanya melibatkan tiga langkah mudah:</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>1. Lihat 3 benda di sekitar</strong></li>
</ul>

<p>Perhatikan tiga objek yang ada di sekitar Anda. Fokuskan pada bentuk, warna, dan teksturnya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>2. Dengar 3 suara yang berbeda</strong></li>
</ul>

<p>Identifikasi tiga suara yang bisa Anda dengar. Ini bisa berupa suara kendaraan, percakapan, atau bahkan suara alam.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>3. Gerakkan 3 bagian tubuh</strong></li>
</ul>

<p>Gerakkan tiga bagian tubuh, seperti menggerakkan jari-jari, memutar leher, atau menggoyangkan kaki.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Langkah-langkah tersebut akan membantu otak keluar dari pola pikir yang kacau dan mengalihkan perhatian pada hal-hal yang nyata dan terkendali dan terjadi di sekeliling kita.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h3><strong>Mengapa Teknik Ini Efektif?</strong></h3>

<p>Menurut berbagai studi dalam psikologi, saat seseorang mengalami stres atau kecemasan, pikiran cenderung berputar pada masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan. Teknik 3-3-3 membantu &quot;menambatkan&quot; perhatian pada masa kini, sehingga sistem saraf menjadi lebih tenang.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Salah satu keunggulan teknik ini adalah kemudahan dan fleksibilitasnya. Tidak memerlukan alat khusus, tidak memakan waktu lama, dan bisa dilakukan oleh siapa saja, mulai dari pelajar, pekerja kantoran, hingga orang tua di rumah.</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Gula Tak Terlihat, Tapi Berdampak: Waspadai Mulai Hari Ini</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/gula-tak-terlihat-tapi-berdampak-waspadai-mulai-hari-ini</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:45 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/gula-tak-terlihat-tapi-berdampak-waspadai-mulai-hari-ini</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Tahun 2025 diperkirakan jadi tantangan besar untuk kesehatan masyarakat Indonesia. Salah satu isu yang semakin serius adalah peningkatan jumlah penderita diabetes. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tren penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes terus meningkat karena pola hidup yang tidak sehat, terutama konsumsi gula berlebih.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Gula, Teman Manis yang Bisa Jadi Ancaman</strong></p>

<p>Gula memang bikin hidup terasa &ldquo;manis&rdquo;, apalagi kalau kamu hobi minum boba, kopi kekinian, atau ngemil jajanan manis. Tapi hati-hati, konsumsi gula yang berlebihan bisa berdampak jangka panjang, salah satunya memicu diabetes melitus tipe 2.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berdasarkan anjuran dari Kemenkes, batas aman konsumsi gula harian untuk orang dewasa adalah gula maksimal 50 gram per hari (setara 4 sendok makan). Tapi sayangnya, banyak dari kita yang tanpa sadar sudah melebihi batas itu &mdash; bahkan hanya dari minuman manis saja!</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Kenapa Harus Peduli dari Sekarang?</strong></p>

<p>Kemenkes memprediksi, jika tidak ada perubahan pola konsumsi, angka penderita diabetes di Indonesia bisa terus naik hingga tahun 2025 dan seterusnya. Diabetes tidak hanya menyerang orang tua, tapi anak muda juga mulai banyak yang terdampak karena pola makan tinggi gula dan rendah aktivitas fisik.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Tips Sederhana Mengurangi Konsumsi Gula Berlebih</strong></p>

<p>Tenang, kamu nggak harus langsung berhenti total dari semua yang manis. Yuk mulai dari langkah kecil:</p>

<ul>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;<strong>1. Cek Label Gizi:</strong> Biasakan lihat kandungan gula di kemasan makanan/minuman sebelum membeli.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;<strong>2. Kurangi Minuman Manis:</strong> Ganti minuman manis dengan air putih, infused water, atau teh tanpa gula.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;<strong>3. Kurangi Tambahan Gula:</strong> Saat bikin kopi atau teh sendiri, coba pakai setengah sendok gula saja.4</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;<strong>4. Makan Buah Segar, Bukan Buah Kaleng:</strong> Buah segar punya gula alami yang lebih sehat dan juga serat.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;<strong>5. Batasi Camilan Manis:</strong> Jangan jadikan makanan manis sebagai camilan harian, cukup sesekali saja.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li>&nbsp; &nbsp; &nbsp;<strong>6. Edukasi Gula:</strong> Bukan Dilarang, Tapi Dikendalikan</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>Ingat ya sobat sehat, gula bukan musuh, tapi kita harus bijak dalam mengonsumsinya. Tubuh kita tetap butuh gula sebagai sumber energi, tapi sesuai kebutuhan. Konsumsi berlebih justru membuat tubuh bekerja ekstra dan bisa menyebabkan resistensi insulin.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Hidup sehat itu bukan soal diet ketat, tapi mengenali kebutuhan tubuh sendiri dan bertindak bijak dalam memilih makanan.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Cara Efektif Mengatasi Rasa Lemas Saat Berpuasa</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/cara-efektif-mengatasi-rasa-lemas-saat-berpuasa</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:45 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/cara-efektif-mengatasi-rasa-lemas-saat-berpuasa</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Menjalani puasa dengan tubuh tetap bugar dan berenergi adalah impian banyak orang. Namun, jika tidak memperhatikan pola makan dan gaya hidup, puasa bisa membuat tubuh terasa lemas dan kurang bersemangat. Berikut beberapa tips agar tetap sehat dan kuat selama berpuasa:</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>1. Pilih Makanan yang Tepat Saat Sahur</strong></li>
	<li>&nbsp;</li>
</ul>

<p>Sahur adalah kunci agar tetap bertenaga sepanjang hari. Pilih makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum, yang dapat melepaskan energi secara perlahan. Tambahkan protein dari telur, ikan, atau daging tanpa lemak, serta serat dari sayur dan buah agar tubuh kenyang lebih lama.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>2. Minum Air yang Cukup</strong></li>
	<li>&nbsp;</li>
</ul>

<p>Dehidrasi dapat menyebabkan tubuh lemas saat berpuasa. Pastikan mengonsumsi air putih minimal 8 gelas per hari dengan metode 2-4-2 (dua gelas saat sahur, empat gelas saat berbuka, dan dua gelas sebelum tidur). Hindari minuman berkafein dan bersoda karena dapat meningkatkan rasa haus.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>3. Hindari Makanan Berminyak dan Manis Berlebihan</strong></li>
	<li>&nbsp;</li>
</ul>

<p>Makanan berminyak dan tinggi gula bisa membuat energi cepat turun dan menyebabkan rasa kantuk. Sebaiknya konsumsi makanan yang lebih sehat seperti buah segar dan kacang-kacangan yang memberikan energi lebih stabil.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>4. Tetap Aktif dengan Olahraga Ringan</strong></li>
	<li>&nbsp;</li>
</ul>

<p>Meskipun berpuasa, tetap bergerak agar tubuh tidak mudah lemas. Pilih olahraga ringan seperti jalan santai, yoga, atau stretching yang dilakukan setelah berbuka atau sebelum sahur.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>5. Jaga Pola Tidur yang Cukup</strong></li>
	<li>&nbsp;</li>
</ul>

<p>Kurang tidur bisa menyebabkan tubuh mudah lelah saat puasa. Pastikan tidur cukup dengan mengatur waktu istirahat yang baik, misalnya tidur lebih awal atau menyempatkan tidur siang sebentar.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>6. Berbuka dengan Bijak</strong></li>
	<li>&nbsp;</li>
</ul>

<p>Saat berbuka, awali dengan air putih dan kurma untuk mengembalikan energi secara perlahan. Hindari makan berlebihan agar pencernaan tidak terbebani dan tubuh tetap nyaman.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Dengan menerapkan pola makan yang sehat, menjaga hidrasi, serta mengatur pola tidur dan aktivitas fisik, puasa bisa dijalani dengan nyaman tanpa rasa lemas. Selamat menjalankan ibadah puasa dengan sehat dan bugar!</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Referensi</strong></p>

<ul>
	<li>Kementerian Kesehatan RI. &quot;Panduan Sehat Selama Berpuasa&quot; (www.kemkes.go.id)</li>
	<li>WHO. &quot;Healthy Eating During Ramadan&quot; (www.who.int)</li>
	<li>Mayo Clinic. &quot;Nutrition Tips for Fasting&quot; (www.mayoclinic.org)</li>
</ul>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Puasa Bukan Halangan! Tips Berolahraga Agar Tetap Fit</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/puasa-bukan-halangan-tips-berolahraga-agar-tetap-fit</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:45 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/puasa-bukan-halangan-tips-berolahraga-agar-tetap-fit</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Puasa di bulan Ramadan tidak berarti harus berhenti berolahraga. Justru, aktivitas fisik yang dilakukan dengan cara yang benar bisa membantu menjaga kebugaran tubuh serta meningkatkan energi. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar olahraga saat puasa tetap aman dan efektif. Berikut adalah tips berolahraga yang baik dan benar selama bulan Ramadan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>1. Pilih Waktu yang Tepat</strong></li>
</ul>

<p>Waktu berolahraga sangat penting untuk menghindari dehidrasi dan kelelahan. Waktu terbaik untuk berolahraga saat puasa adalah:</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&gt;&nbsp; &nbsp;Sebelum berbuka puasa</strong>: Sekitar 30-60 menit sebelum waktu berbuka agar tubuh tidak terlalu lama tanpa asupan cairan setelah berolahraga.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&gt;&nbsp; &nbsp;Setelah berbuka puasa</strong>: Sekitar 1-2 jam setelah makan saat tubuh sudah mendapatkan energi dari makanan.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&gt;&nbsp; &nbsp;Sebelum sahur</strong>: Jika terbiasa bangun lebih awal, olahraga ringan bisa dilakukan sebelum sahur.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>2. Pilih Jenis Olahraga yang Tepat</strong></li>
</ul>

<p>Hindari olahraga berat yang dapat menyebabkan kelelahan berlebihan. Beberapa pilihan olahraga yang aman selama puasa antara lain:</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &gt;&nbsp; &nbsp; Jalan santai</strong>: Membantu menjaga kebugaran tanpa menguras energi.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &gt;&nbsp; &nbsp; Yoga atau stretching</strong>: Membantu tubuh tetap rileks dan fleksibel.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &gt;&nbsp; &nbsp; Latihan kekuatan ringan</strong>: Seperti push-up, sit-up, atau angkat beban ringan.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &gt;&nbsp; &nbsp; Bersepeda santai</strong>: Bisa menjadi pilihan olahraga yang menyenangkan tanpa terlalu membebani tubuh.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>3. Perhatikan Asupan Nutrisi</strong></li>
</ul>

<p>Agar tetap bugar saat berpuasa dan berolahraga, konsumsi makanan bergizi sangat penting. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&gt;&nbsp; &nbsp; Perbanyak protein</strong>: Seperti ayam, ikan, tahu, dan tempe untuk membantu pemulihan otot.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&gt;&nbsp; &nbsp; Konsumsi karbohidrat kompleks</strong>: Seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum agar energi bertahan lebih lama.</li>
	<li>&nbsp;</li>
	<li><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&gt;&nbsp; &nbsp; Cukupi cairan tubuh</strong>: Minum air yang cukup antara berbuka dan sahur untuk menghindari dehidrasi.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>4. Dengarkan Tubuh</strong></li>
</ul>

<p>Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda, jadi penting untuk mendengarkan sinyal tubuh. Jika merasa lelah atau pusing, segera istirahat dan jangan memaksakan diri. Jika baru mulai berolahraga saat Ramadan, lakukan secara bertahap dan sesuaikan dengan kondisi tubuh.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>5. Hindari Olahraga di Bawah Terik Matahari</strong></li>
</ul>

<p>Berolahraga di bawah sinar matahari langsung saat puasa bisa mempercepat dehidrasi. Sebaiknya pilih tempat yang teduh atau lakukan olahraga di dalam ruangan untuk menghindari panas berlebih.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Dengan memilih waktu yang tepat, jenis olahraga yang sesuai, serta menjaga asupan nutrisi, puasa tetap bisa dijalani dengan nyaman tanpa kehilangan kebugaran. Tetap aktif dan sehat selama Ramadan dengan olahraga yang bijak!</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Referensi</strong></p>

<ul>
	<li>Kementerian Kesehatan RI. &quot;Panduan Sehat Selama Ramadan&quot; (www.kemkes.go.id)</li>
	<li>WHO. &quot;Exercise and Fasting During Ramadan&quot; (www.who.int)</li>
	<li>Mayo Clinic. &quot;Tips for Exercising While Fasting&quot; (www.mayoclinic.org)</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Lebih dari Sekedar Menolong Orang Lain, Ini 7 Manfaat Baik Donor Darah</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/lebih-dari-sekedar-menolong-orang-lain-ini-7-manfaat-baik-donor-darah</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:44 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/lebih-dari-sekedar-menolong-orang-lain-ini-7-manfaat-baik-donor-darah</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Siapa yang nggak ingin tubuh tetap sehat sambil membantu orang lain? Salah satu cara mudah untuk melakukannya adalah dengan mendonorkan darah. Selain bisa menyelamatkan nyawa orang lain, ternyata donor darah juga punya banyak manfaat buat kesehatanmu, loh! Jadi, nggak cuma sekedar memberi, kamu juga bisa mendapatkan banyak keuntungan. Yuk, simak alasan kenapa kamu harus coba donor darah!</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>1. Bikin Tubuh Lebih Segar </strong></li>
</ul>

<p>Mendonorkan darah bikin tubuh kamu bekerja lebih keras untuk mengganti darah yang hilang. Ini mendorong produksi darah baru yang lebih segar, yang bikin tubuh terasa lebih bugar dan penuh energi.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>2. Meningkatkan Kesehatan Jantung</strong></li>
</ul>

<p>Donor darah secara teratur dapat membantu menurunkan kadar zat besi dalam tubuh. Kadar zat besi yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Dengan menurunkan kadar zat besi, donor darah membantu mencegah terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>3. Meningkatkan Produksi Sel Darah Baru</strong></li>
</ul>

<p>Setelah mendonorkan darah, tubuh akan bekerja untuk menggantikan sel darah yang hilang. Proses ini merangsang produksi sel darah baru yang lebih sehat, yang dapat meningkatkan kualitas darah secara keseluruhan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>4. Membantu Menjaga Keseimbangan Kesehatan</strong></li>
</ul>

<p>Donor darah dapat memberikan kesempatan untuk memeriksa kesehatan secara rutin. Sebelum mendonorkan darah, Anda biasanya akan melewati proses pemeriksaan kesehatan, yang dapat mendeteksi masalah kesehatan yang tidak terdeteksi sebelumnya, seperti tekanan darah tinggi atau masalah dengan kadar hemoglobin.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>5. Mengurangi Risiko Kanker</strong></li>
</ul>

<p>Beberapa studi menunjukkan bahwa donor darah dapat mengurangi risiko beberapa jenis kanker, terutama kanker hati, paru-paru, dan usus besar. Hal ini mungkin berhubungan dengan penurunan kadar zat besi dalam tubuh, yang dapat mengurangi oksidasi dan kerusakan sel yang dapat memicu kanker.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>6. Bantu Menjaga Berat Badan</strong></li>
</ul>

<p>Meskipun bukan cara utama untuk menurunkan berat badan, donor darah bisa membantu tubuh kamu membakar kalori. Setiap kali kamu mendonorkan darah, tubuh bisa membakar sekitar 650 kalori. Jadi, selain merasa bahagia karena membantu orang lain, tubuh kamu juga tetap sehat dan bugar!</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>7. Meningkatkan Kesehatan Mental</strong></li>
</ul>

<p>Menolong orang lain yang membutuhkan darah dapat memberikan rasa puas dan kebahagiaan. Rasa positif ini dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional, memberikan perasaan kontribusi kepada sesama.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><em>_FT_</em></p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Penyebab dan Cara Mengatasi Bau Mulut </title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/penyebab-dan-cara-mengatasi-bau-mulut-</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:44 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/penyebab-dan-cara-mengatasi-bau-mulut-</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Bau mulut adalah masalah yang sangat umum dijumpai saat sedang berbicara dengan orang lain. Kadang orang tersebut atau kita bahkan tidak sadar kalau sedang mengalami bau mulut. Bau mulut terkesan sepele namun sangat mengganggu bagi orang lain. Sehingga banyak orang-orang yang mencari cara instant untuk mengatasi bau mulut tanpa memeriksakan dirinya ke Dokter Gigi, salah satunya melalui artikel yang sangat mudah dijumpai seperti ini.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Namun sebelum mengetahui cara mengatasi bau mulut, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa saja penyebab terjadinya bau mulut. Banyak faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya bau mulut, berikut beberapa penyebab terjadinya bau mulut:</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>1. Banyak Karang Gigi</strong></li>
	<li>&nbsp;</li>
</ul>

<p>Karang gigi adalah timbunan plak pada permukaan gigi yang mengalami proses pengerasan atau mineralisasi karena tidak dibersihkan pada permukaan gigi selama selama 1 hingga beberapa hari. Karang gigi ini umumnya berwarna kuning kecoklatan, dan berdasarkan jenisnya ada karang gigi yang terletak mulai dari leher gigi hingga kebagian ujung permukaan gigi atau biasa yang disebut karang gigi <em>supragingival</em>. Ada juga karang gigi yang letaknya mulai dari leher gigi menjalar hingga ke bagian akar gigi atau yang biasa disebut <em>subgingival.</em></p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>2. Gigi Berlubang</strong></li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>Gigi berlubang atau karies adalah masalah yang paling sering dijumpai, bahkan data Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI menunjukkan hasil 82,8% masyarakat Indonesia saat ini mengalami masalah kesehatan gigi yaitu karies pada gigi atau gigi berlubang.</p>

<p>Gigi berlubang adalah kondisi Dimana <em>enamel</em> gigi yang merupakan lapisan terluar dan terkeras pada permukaan gigi mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh bakteri, makanan manis/sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi. Bakteri dan sisa makanan tersebut akan membuat kerusakan pada permukaan enamel gigi jika tidak dibersihkan dalam rentan waktu tertentu.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Gejala yang sangat umum di jumpai pada awal mula terjadinya karies atau lubang gigi adalah adanya titik hitam pada permukaan gigi, titik hitam ini tidak menimbulkan rasa ngilu atau sakit. Titik hitam ini jika dibiarkan dan tidak dijaga kebersihannya,&nbsp; maka perlahan akan mengerogoti gigi dan semakin lama akan melebar dan kerusakannya akan sangat parah. Gejala yang akan dirasakan pada tahap ini adalah gigi sudah mulai terasa ngilu saat makan dan minum yang panas, jika dibiarkan maka lama-kelamaan akan terjadi sakit gigi.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>3. Xerostomia</strong></li>
	<li>&nbsp;</li>
</ul>

<p>Xerostomia atau Mulut Kering adalah kondisi dimana kelenjar ludah didalam rongga mulut tidak dapat memproduksi air liur yang cukup untuk menjaga kelembapan rongga mulut. Umumnya kondisi ini sering dijumpai saat dehidrasi seperti saat sedang berpuasa. Kondisi Kering dalam rongga mulut tersebut akan menyebabkan terjadinya bau mulut. Dalam beberapa kondisi tertentu, Xerostomia yang terjadi merupakan manifestasi penyakit tertentu didalam rongga mulut seperti penyakit Diabetes Melitus, Autoimun, dan beberapa penyakit lainnya. Untuk menegakkan diagnosa harus membutuhkan pemeriksaan dokter lebih lanjut.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>4. Gangguan Pencernaan</strong></li>
	<li>&nbsp;</li>
</ul>

<p>Gangguan pencernaan juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya bau mulut. Bebeapa kondisi gangguan pencernaan yang dapat menimbulkan bau mulut adalah asam lambung yang terjadi akibat peradanganan pada lambung atau maag, infeksi parasis pada usus dan infeksi bakteri H. Pylori.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Setelah mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya bau mulut, sudah pasti kalian ada bayangankan seperti apa cara mencegah terjadinya bau mulut. Berikut beberapa cara yang dapat kalian coba untuk mengatasi permasalahan bau mulut.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>1. Scalling atau Membersihkan Karang Gig</strong>i</li>
	<li>&nbsp;</li>
</ul>

<p>Bau mulut dapat diatasi dengan melakukan scalling atau pembersihan karang gigi bagi kalian yang mengalami bau mulut yang disebabkan oleh karang gigi. Jika kalian melihat banyak karang gigi/plak yang berwarna kuning kecoklatan pada gigi (umumnya itu adalah karang gigi <em>supragingival)</em>, segeralah berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk melakukan scalling, namun untuk karang gigi <em>subgingival</em> kadang tidak dapat dilihat sekilas sehingga harus dilakukan pemeriksaaan oleh dokter gigi untuk menentukan ada tidaknya karang gigi.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>2. Menambal Gigi yang Berlubang</strong></li>
	<li>&nbsp;</li>
</ul>

<p>Menambal gigi berlubang adalah Solusi mengatasi bau mulut bagi orang yang memiliki banyak gigi berlubang. Penambalan gigi berfungsi untuk menghilangkan karies pada gigi, mengembalikan fungsi pengunyahan gigi, dan juga mengembalikan gigi ke bentuk semula tapi tergantung tingkat keparahan karies, untuk karies atau lubang gigi yang sudah sangat parah dan dalam, biasanya gigi tersebut tidak dapat lagi dikembalikan kebentuk semula dengan prosedur penambalan, tapi memerlukan tindakan khusus seperti pemasangan mahkota / crown untuk mengembalikan bentuk gigi ke bentuk semula. Namun jika tidak dilakukan tindakan pemasangan mahkota atau crown maka akan tetap dilakukan prosedur penambalan untuk menutup lubang gigi tersebut sehingga tidak terjadi lagi karies.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>3. Menjaga Tubuh tetap Terhidrasi</strong></li>
	<li>&nbsp;</li>
</ul>

<p>Menjaga Tubuh tetap terhidrasi dengan cara minum air putih yang cukup. Minum air putih yang cukup adalah min 2L perhari. Minum air putih juga dapat disesuaikan dengan aktivitas yang dijalani, semakin tinggi aktivitas tersebut maka semakin banyak juga air putih yang dibutuhkan untuk menjaga tetap terhidrasi. Selain itu suhu lingkungan dan kondisi kesehatan juga mempengaruhi kebutuhan minum air putih, misalnya pada kondisi cuaca yang panas terik maka tubuh membutuhkan banyak cairan untuk tetap terhidrasi, sedangkan untuk pasien dengan kondisi kesehatan gagal ginjal umumnya disarankan untuk meminum air putih lebih sedikit.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>4. Segera Periksa ke Dokter</strong></li>
	<li>&nbsp;</li>
</ul>

<p>Jika hasil pemeriksaan dokter gigi menyatakan tidak ditemukan masalah pada rongga mulut yang dapat menyebabkan terjadinya bau mulut, maka segeralah periksakan ke dokter untuk mengetahui apakah ada gangguan pencernaan yang dialami agar dapat segera di atasi.</p>

<p>&nbsp;</p>

<ul>
	<li><strong>5. Rutin Periksa Gigi Setiap 6 Bulan Sekali</strong></li>
	<li>&nbsp;</li>
</ul>

<p>Langkah terakhir ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya bau mulut, yaitu dengan rutin periksa gigi setiap 6 bulan sekali, karena dengan rutin periksa gigi setiap 6 bulan maka kita dapat melakukan tindakan mencegah terjadinya gigi berlubang dan juga dapat mencegah terjadinya karang gigi yang dapat menimbulkan kerusakan pada gigi.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Itulah penyebab dan cara mengatasi bau mulut, jika anda atau kerabat anda mengalami bau mulut, beritahulah dan sarankan untuk segera mencari tahu penyebabnya bisa melalui pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar tidak salah dalam penanganannya. Tidak disarankan untuk sembarangan mencoba produk yang belum teruji keamaannya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Semoga Sehat Selalu</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Created By : Yudi Dharmawan</strong></p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Menkes Soroti Dua Program Quick Win Presiden dalam Uparara Peringatan HKN ke-60</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/menkes-soroti-dua-program-quick-win-presiden-dalam-uparara-peringatan-hkn-ke-60</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:44 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/menkes-soroti-dua-program-quick-win-presiden-dalam-uparara-peringatan-hkn-ke-60</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Kementerian Kesehatan menggelar upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 di kantor Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Selasa (12/11/2024). Upacara yang berjalan dengan hikmat ini dipimpin oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dan dihadiri oleh pejabat kementerian, tenaga kesehatan, serta staf Kemenkes. Acara dilaksanakan dengan mengikuti rangkaian protokol upacara yang ketat, memastikan kelancaran dan ketertiban sepanjang kegiatan.</p>

<p>Pada kesempatan tersebut, Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) Kemenkes berperan sebagai tim medis yang memberikan layanan kesehatan kepada peserta upacara, seperti pemeriksaan kesehatan rutin dan penanganan darurat jika diperlukan. Tim medis ini bekerja sigap untuk memastikan kesehatan peserta terjaga selama acara berlangsung.</p>

<p>Upacara peringatan HKN ke-60 ini pun dijadikan momentum untuk pemberian penghargaan kepada ASN berprestasi di lingkungan Kementerian Kesehatan yaitu berupa tanda kehormatan Lencana Karya Satya bagi pegawai yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam pelayanan Kesehatan, berkontribusi besar dan mensukseskan program-program Kemenkes.</p>

<p>Dalam pidatonya, Menkes, Budi Gunawan Sadikin menyampaikan amat upacara yang berisi tentang 2 program Quick Win Presiden Republik Indonesia di seKtor Kesehatan yaitu Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Akselerasi dari Pengentasan Tuberkulosis.</p>

<p>&ldquo;Beberapa program Quick Win dari bapak presiden yang harus kita lakukan, yang nomor satu adalah pemeriksaan Kesehatan gratis untuk semua kelompok umur bagi seluruh masyarakat harus kita lakukan, agar memastikan kita bisa mendeteksi lebih dini jika ada kondisi keseahtan yang menurun dari masyarakat. Program Quick Win yang kedua adalah akselerasi dari pengentasan tuberculosis, ini penyakit yang sudah membunuh lebih dari 1 miliar manusia sejak 200 tahun terakhir, ini adalah pandemi terbesar di dunia sampai sekarang tidak pernah bisa selesai tertangani. Oleh karena itu saya ingin memastikan bahwa TB sebagai penyakit menular itu harus bisa di indentifikasi, di screening, didiagnosa oleh seluruh jajaran fasilitas Kesehatan kita, obat-obatan rezim yang baru sudah jauh lebih mudah, jauh lebih pendek waktunya itu harus kita pastikan bisa diminum sampai selesai oleh seluruh penderita TBC. Dengan dua hal tersebut di atas diharapkan seharusnya Indonesia bisa turun insiden dan prevalensi TBC jauh di bawah angka yang sekarang,&rdquo; ungkap Menkes pada pidatonya.</p>

<p>Melalui dua program ini, Menkes berharap Indonesia dapat segera menurunkan angka insiden dan prevalensi TBC, serta memperkuat sistem kesehatan nasional untuk melayani seluruh lapisan masyarakat dengan lebih baik.</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-60: Kemenkes Gelar Health Innovation Festival (Hai Fest 2024) di JCC</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/memperingati-hari-kesehatan-nasional-ke-60-kemenkes-gelar-health-innovation-festival-hai-fest-2024-di-jcc</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:44 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/memperingati-hari-kesehatan-nasional-ke-60-kemenkes-gelar-health-innovation-festival-hai-fest-2024-di-jcc</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-60, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menggelar sebuah acara spektakuler yang bertajuk <strong><em>Health Innovation Festival</em>&nbsp;- Hai Fest 2024</strong>. Acara ini berlangsung di <strong>JCC Hall B</strong>, Jakarta, pada tanggal <strong>7-9 November 2024</strong>, dan menghadirkan berbagai kegiatan yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Hai Fest 2024 tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan pencapaian dalam sektor kesehatan selama enam dekade, tetapi juga sebagai platform untuk memperkenalkan inovasi-inovasi terbaru dalam dunia kesehatan kepada masyarakat luas.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Ada berbagai macam kegiatan seru dan edukatif yang dapat pengunjung nikmati diantaranya seperti <em>exhibition</em> Kesehatan, pemeriksaan Kesehatan gratis, aktifitas <em>games</em>, pertunjukan musik, <em>talkshow</em> Kesehatan, jamu tradisional gratis, hingga souvenir menarik lainnya.</p>

<p>Untuk memastikan keamanan dan Kesehatan seluruh peserta selama acara berlangsung, Unit Pelayanan Kesehatan turut berpartisipasi sebagai tim Kesehatan yang siap memberikan pertolongan pertama kepada seluruh pengunjung <strong>Hai Fest 2024.</strong></p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Dengan adanya tim Kesehatan yang siaga selama pelaksanaan <strong>Hai Fest 2024</strong> berangsung, peserta tidak perlu khawatir jika mengalami kondisi Kesehatan mendesak. Tim Kesehatan terdiri dari tenaga medis professional dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas medis serta obat-obatan yang diperlukan untuk pertolongan pertama.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Kehadiran tim Kesehatan Unit Pelayanan Kesehatan ini merupakan hal penting untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung yang hadir.</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Kenali Bahaya dan gejala Mpox</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/kenali-bahaya-dan-gejala-mpox</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:44 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/kenali-bahaya-dan-gejala-mpox</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Pada tanggal 14 Agustus 2024, WHO Kembali menetapkan Mpox sebagai <em>Public Health Emergency of International Concern</em>. Hal itu disebabkan karena terjadi peningkatan kasus Mpox pada Juni-Juli 2024 di wilayah Afrika, terutama di Republik Demokratik Kongo dan diikuti penemuan kasus di beberapa negara sekitar, serta munculnya varian atau clade baru (lb) virus Mpox. Di Indonesia sendiri saat ini telah dilaporkan sebanyak 88 kasus konfirmasi dari tahun 2022-2024, seperti dilansir dari laman <em>infeksiemergining.kemkes.go.id, </em>Jumat (13/9/2024).</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Seperti yang kita ketahui, Mpox yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet atau Monkeypox, adalah penyakit zoonosis yang berarti ditularkan dari hewan ke manusia.disebabkan oleh virus.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Seiring dengan meningkatnya jumlah kasus dan penyebaran, ditemukan bahwa Mpox juga dapat menular antar manusia, melalui kontak langsung dengan luka atau cairan tubuh orang yang terinfeksi, serta melalui kontak dengan benda atau permukaan yang telah terkontaminasi oleh virus.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Pada umumnya, gejala Mpox bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendiri dalam beberapa minggu. Namun, pada beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama mereka yang termasuk dalam kelompok rentan (anak-anak, ibu hamil dan penderita gangguan system imun.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berikut jenis komplikasi yang mungkin dapat terjadi pada penderita Mpox:</p>

<ul>
	<li><strong>1. Infeksi kulit sekunder</strong></li>
	<li>Luka akibat Mpox dapat menjadi terinfeksi oleh bakteri, menyebabkan infeksi kulit sekunder.</li>
	<li><strong>2. Pneumonia</strong></li>
	<li>Infeksi paru-paru yang dapat menyebabkan gejala seperti sesak napas dan batuk yang parah.</li>
	<li><strong>3. Gangguan Kesadaran</strong></li>
	<li>Beberapa pasien mungkin mengalami penurunan kesadaran atau perubahan mental akibat dari infeksi yang menyebar.</li>
	<li><strong>4. Masalah mata</strong></li>
	<li>Infeksi mata yang bisa mengakibatkan konjungtivitas atau bahkan keratitis yang dapat mempengaruhi pengelihatan.</li>
</ul>

<p>&nbsp;</p>

<p>Mpox dapat menyebabkan berbagai tanda dan gejala, salah satu gejala khas dari Mpox adalah pembengkakan kelenjar getah bening di beberapa lokasi tubuh, diantaranya bagian leher, ketiak maupun selangkangan. Pembengkakan ini merupakan salah satu indikator penting dalam mendiagnosa infeksi dan bisa memberikan informasi berharga tentang tahap serta tingkat keparahan penyakit tersebut.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Gejala awal Mpox biasnaya muncul dalam waktu 5 hingga 21 hari setelah terpapar virus mencakup, demam, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam kulit yang berkembang bertahap. Ruam atau lesi pada kulit dimulai dalam satu sampai tiga hari sejak demam, kemudian berkembang menjadi bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok. Jumlah lesi yang muncul tubuh tiap penderita pun beragam, berkisar dari beberapa saja hingga hingga ribuan yang dapat ditemukan di mulut, alat kelamin dan mata.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan atau telah terpapar birus Mpox, segera datang ke pelayanan Kesehatan untuk mendapatkan perawatan dan penanganan yang tepat dalam membantu mengurangi risiko komplikasi dan penyebaran penyakit.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><em>_FT_</em></p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Ombudsman RI Tinjau Kepatuhan Pelayanan Publik di Unit Pelayanan Kesehatan Kemenkes</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/ombudsman-ri-tinjau-kepatuhan-pelayanan-publik-di-unit-pelayanan-kesehatan-kemenkes</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:44 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/ombudsman-ri-tinjau-kepatuhan-pelayanan-publik-di-unit-pelayanan-kesehatan-kemenkes</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p><em>Jakarta, 14 Agustus 2024</em> - Unit Pelayanan Kesehatan di bawah Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan mewakili Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjadi salah satu lokus penilaian oleh Ombudsman RI dalam rangka mengukur tingkat kepatuhan terhadap standar pelayanan publik. Penilaian ini merupakan bagian dari upaya Ombudsman Ri untuk mendorong pencegahan maladministrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi penyedia layanan.</p>

<p>Selain mengumpulkan data dukung sesuai dengan UU nomor 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, proses penilaian ini melibatkan Sekretariat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) dr. Andi Saguni, MA, Kepala Unit Pelayanan Kesehatan, Kasubbag Administrasi Umum (Adum) Unit pelayanan Kesehatan, serta &nbsp;Ketua Tim Kerja dan Penanganan Pengaduan untuk mengikuti tahapan wawancara secara pararel.</p>

<p>Tahapan penilaian dilanjutkan dengan bedah dokumen dan kunjungan langsung ke fasilitas Kesehatan yang ditinjau, dalam hal ini adalah Unit Pelayanan Kesehatan Kemenkes.</p>

<p>Tinjauan langsung dilakukan untuk melihat secara nyata bagaimana pelayanan diberikan, fasilitas yang tersedia, keterbukaan informasi publik, interaksi antara penyedia layanan dengan pasien, hingga observasi proses pelayanan.</p>

<p>Hasil dari penilaian kepatuhan pelayanan publik ini &nbsp;diharapkan dapat menjadi panduan untuk perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan Kesehatan, khususnya di Unit Pelayanan Kesehatan Kemenkes di masa mendatang.</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Cuaca Panas Bikin Ribuan Nyamuk BDB Mengganas, Simak Cara Mengatasinya</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/cuaca-panas-bikin-ribuan-nyamuk-bdb-mengganas-simak-cara-mengatasinya</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/cuaca-panas-bikin-ribuan-nyamuk-bdb-mengganas-simak-cara-mengatasinya</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Musim panas memberi tempat ideal bagi nyamuk ini untuk berkembang biak dengan cepat. Bahaya makin besar karena nyamuk BDB bisa membawa penyakit serius seperti demam berdarah dan Zika. Agar terhindar dari risiko ini, penting bagi kita semua untuk waspada dan mengambil langkah pencegahan.</p>

<p>Karena itu, penting bagi kita untuk memahami penyakit ini, menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, dan menjalankan tindakan awal jika gejala muncul.</p>

<h2><strong>Pentingnya Mengerti Cara Mencegah Demam Berdarah</strong></h2>

<p>DBD bukanlah penyakit ringan. Jika tidak ditangani dengan baik, bisa menyebabkan komplikasi serius dan bahkan berpotensi mematikan. Gejala utama DBD meliputi demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri otot dan sendi, serta nyeri di belakang mata. Tidak hanya itu, penyakit ini juga dapat menyebabkan penurunan jumlah trombosit dalam darah, yang dapat mengakibatkan pendarahan serius.</p>

<p>Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kasus DBD masih menjadi perhatian serius. Hingga minggu ke-22 tahun 2023, telah tercatat lebih dari 35.694 kasus DBD di Indonesia dengan 270 kematian. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah yang tak boleh diabaikan.</p>

<h2><strong>Cara Mencegah Demam Berdarah Dengue dengan 3MPlus</strong></h2>

<p>Pencegahan DBD dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip 3M Plus dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk:</p>

<ul>
	<li><strong>Menguras Tempat Penampungan Air</strong></li>
</ul>

<p>Genangan air pada barang bekas atau lubang-lubang akibat hujan adalah tempat yang ideal bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk berkembang biak. Oleh karena itu, menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, pot bunga, atau tempat lain yang bisa menampung air adalah langkah pertama dalam pencegahan.</p>

<ul>
	<li><strong>Menutup Tempat-tempat Penampungan Air</strong></li>
</ul>

<p>Pastikan semua tempat penampungan air tertutup rapat untuk mencegah nyamuk masuk dan bertelur di dalamnya. Hal ini juga akan membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk.</p>

<ul>
	<li><strong>Mendaur Ulang Barang Bekas</strong></li>
</ul>

<p>Barang-barang bekas seperti botol plastik, ban bekas, dan tempat lain yang bisa menampung air sebaiknya didaur ulang atau dibuang dengan benar. Hindari menyimpan barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk.</p>

<p>Selain 3M di atas, ada beberapa langkah tambahan (plus) yang bisa dilakukan, di antranya:</p>

<ul>
	<li><strong>Menanam Tanaman Pengusir Nyamuk</strong>: Beberapa jenis tanaman seperti lavender, serai, dan mint memiliki sifat pengusir nyamuk alami. Menanam tanaman-tanaman ini di sekitar rumah dapat membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk.</li>
	<li><strong>Melakukan Pemeriksaan Rutin Tempat Penampungan Air</strong>: Selain menguras, lakukan pemeriksaan rutin tempat penampungan air untuk memastikan tidak ada nyamuk yang berkembang biak di dalamnya.</li>
	<li><strong>Memelihara Ikan Pemakan Jentik Nyamuk</strong>: Ikan-ikan seperti ikan guppy dan ikan mas koki adalah pemakan jentik nyamuk. Memelihara ikan-ikan ini dalam bak-bak air dapat membantu mengontrol populasi nyamuk.</li>
	<li><strong>Menggunakan Obat Anti Nyamuk</strong>: Gunakan obat anti nyamuk baik dalam bentuk lotion, semprotan, atau alat pengusir nyamuk elektrik untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.</li>
	<li><strong>Memasang Kawat Kasa pada Jendela dan Ventilasi</strong>: Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi rumah adalah cara efektif untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.</li>
	<li><strong>Melakukan Gotong Royong Bersih-bersih Lingkungan</strong>: Gotong royong bersih-bersih lingkungan secara rutin adalah upaya kolaboratif yang dapat mengurangi tempat-tempat berkembang biak nyamuk.</li>
	<li><strong>Menyimpan Pakaian yang Telah Digunakan dalam Wadah yang Tertutup</strong>: Pakaian yang telah digunakan bisa menjadi tempat bagi nyamuk untuk bertelur. Penting untuk menyimpan pakaian yang telah digunakan dalam wadah yang tertutup. Ini akan mengurangi risiko perkembangbiakan nyamuk di sekitar rumah.</li>
	<li><strong>Menggunakan Larvasida pada Penampungan Air yang Sulit Dikuras</strong>: Tidak semua tempat penampungan air dapat dengan mudah dikuras. Oleh karena itu, penggunaan larvasida menjadi langkah yang efektif. Meskipun penggunaan larvasida sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk, langkah ini efektif dalam mencegah perkembangbiakan nyamuk.</li>
	<li><strong>Memperbaiki Saluran dan Talang Air yang Tersumbat</strong>: Saluran dan talang air yang tersumbat dapat menjadi tempat genangan air yang potensial untuk perkembangbiakan nyamuk. Dengan memperbaiki dan menjaga saluran dan talang air agar tidak tersumbat, kita dapat mencegah genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiak nyamuk. Hal ini akan membantu menjaga lingkungan sekitar rumah tetap aman dari ancaman DBD.</li>
</ul>

<h2>Mengenali Gejala dan Tindakan Awal</h2>

<p>Mengetahui gejala DBD merupakan langkah awal untuk penanganan yang tepat. Demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri otot dan sendi, serta nyeri di belakang mata adalah gejala yang perlu diwaspadai. Jika merasakan gejala ini pada diri sendiri atau orang di sekitar kita, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin.</p>

<p>Mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah tanggung jawab bersama. Dengan mengenali gejala, menerapkan langkah-langkah pencegahan 3M Plus, dan menjalankan tindakan awal jika gejala muncul, kita dapat melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman serius DBD. Mari bersatu dalam upaya melawan penyakit ini demi kesehatan dan kesejahteraan kita semua.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Referensi: <a href="https://ayosehat.kemkes.go.id/pemberantasan-sarang-nyamuk-dengan-3m-plus">https://ayosehat.kemkes.go.id/pemberantasan-sarang-nyamuk-dengan-3m-plus</a></p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>8 Langkah Bijak Terhindar dari Bahaya ISPA Akibat Polusi Udara</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/8-langkah-bijak-terhindar-dari-bahaya-ispa-akibat-polusi-udara</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/8-langkah-bijak-terhindar-dari-bahaya-ispa-akibat-polusi-udara</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Pernahkah Anda merasa khawatir tentang dampak buruk polusi udara terhadap kesehatan pernapasan Anda? Terutama dalam era di mana polusi udara semakin menjadi masalah di Jakarta akhir-akhir ini, penting bagi kita untuk mengambil langkah-langkah proaktif guna melindungi diri dari bahaya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).&nbsp;</p>

<h2><strong>Tips Pencegahan ISPA Akibat Polusi Udara</strong></h2>

<p>Di bawah ini adalah 8 tips yang dapat membantu Anda menjaga kesehatan paru-paru dan sistem pernapasan Anda, serta mencegah ISPA yang mungkin timbul akibat polusi udara.</p>

<h3>1. Kenakan Masker Ketika Anda Keluar Rumah</h3>

<p>Menjadikan penggunaan masker sebagai kebiasaan saat berada di luar rumah adalah salah satu langkah penting dalam melindungi diri dari paparan polutan udara berbahaya. Masker yang sesuai dapat membantu menyaring partikel-partikel berbahaya dan mengurangi risiko terhirupnya udara yang terkontaminasi.</p>

<h3>2. Pertahankan Olahraga di Dalam Ruangan</h3>

<p>Meskipun olahraga adalah bagian penting dari gaya hidup sehat, berolahraga di luar rumah saat tingkat polusi udara tinggi dapat membahayakan kesehatan Anda. Pertimbangkan untuk berolahraga di dalam ruangan, seperti di pusat kebugaran atau dengan mengikuti rutinitas olahraga di rumah.</p>

<h3>3. Pastikan Tubuh Terhidrasi dengan Minum 2 Liter Air Setiap Hari</h3>

<p>Air tidak hanya diperlukan untuk menjaga hidrasi tubuh, tetapi juga membantu menjaga kelembaban saluran pernapasan Anda. Meminum setidaknya 2 liter air setiap hari dapat membantu melindungi lapisan lendir di dalam saluran pernapasan, menjaga agar tetap berfungsi dengan baik.</p>

<h3>4. Hindari Kontak Langsung dengan Orang yang Menunjukkan Gejala ISPA</h3>

<p>Salah satu cara paling umum penyebaran ISPA adalah melalui kontak langsung dengan orang yang telah terinfeksi. Jika Anda melihat seseorang yang menunjukkan gejala ISPA, seperti batuk atau pilek, berusaha untuk menjaga jarak aman dan menghindari kontak fisik langsung.</p>

<h3>5. Mandi Setelah Anda Berpergian</h3>

<p>Setelah berada di luar ruangan, partikel polutan udara dapat menempel pada kulit dan pakaian Anda. Mandi setelah bepergian dapat membantu menghilangkan partikel-partikel ini dan mengurangi risiko paparan berkepanjangan terhadap zat-zat berbahaya.</p>

<h3>6. Manfaatkan Pembersih Udara (Air Purifier)</h3>

<p>Investasikan dalam pembersih udara (air purifier) untuk rumah Anda. Pembersih udara efektif dapat membantu menyaring udara di dalam ruangan dari partikel-partikel berbahaya, menjaga kualitas udara di lingkungan tempat tinggal Anda.</p>

<h3>7. Perhatikan Pola Makan dengan Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang</h3>

<p>Asupan makanan yang seimbang dan kaya nutrisi dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda. Buah-buahan, sayuran, dan makanan yang kaya akan vitamin dan antioksidan dapat membantu melindungi tubuh dari dampak buruk polusi udara.</p>

<h3>8. Cuci Tangan Sebelum Makan</h3>

<p>Kebersihan adalah kunci dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit, termasuk ISPA. Pastikan Anda mencuci tangan secara menyeluruh sebelum makan guna menghindari transfer kuman dan virus dari tangan ke mulut Anda.</p>

<p>Dengan mengadopsi beberapa langkah bijak di atas, kita dapat melindungi diri kita dan orang-orang di sekitar dari risiko ISPA yang mungkin muncul akibat polusi udara. Kesehatan pernapasan yang baik adalah kunci untuk menjalani kehidupan yang sehat dan aktif, bahkan di tengah tantangan polusi udara yang ada. Ingatlah bahwa tindakan kecil yang diambil secara konsisten dapat memiliki dampak besar pada kesehatan dan kualitas hidup kita.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Referensi:</p>

<p><a href="https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2537/waspada-ispa-di-musim-kemarau">https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2537/waspada-ispa-di-musim-kemarau</a></p>

<p><a href="https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1792/infeksi-saluran-pernapasan-atas-ispa">https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1792/infeksi-saluran-pernapasan-atas-ispa</a></p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Pentingnya Pemeriksaan Viral Load (VL) HIV untuk Menjamin Keberhasilan Pengobatan</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/pentingnya-pemeriksaan-viral-load-vl-hiv-untuk-menjamin-keberhasilan-pengobatan</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/pentingnya-pemeriksaan-viral-load-vl-hiv-untuk-menjamin-keberhasilan-pengobatan</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>

<p>Pemeriksaan Viral Load (VL) HIV merupakan langkah penting dalam penanganan HIV/AIDS. Melalui pemeriksaan ini, kita dapat mengetahui jumlah virus yang ada dalam darah seseorang yang hidup dengan HIV (ODHIV) atau AIDS.</p>

<p>Pemeriksaan VL HIV sangat relevan karena dapat membantu mengukur tingkat keefektifan terapi antiretroviral (ARV) dan mengurangi risiko penularan HIV kepada orang lain.</p>

<h2><strong>Proses Pemeriksaan VL HIV Gratis</strong></h2>

<p>Proses pemeriksaan VL HIV dilakukan secara gratis, dan berikut adalah tahapannya:</p>

<ul>
	<li>Kunjungi Fasilitas Layanan Kesehatan</li>
</ul>

<p>ODHIV dapat mengunjungi fasilitas layanan kesehatan tempat dia biasanya mengambil obat ARV.</p>

<ul>
	<li>Permintaan Formulir Pemeriksaan VL HIV</li>
</ul>

<p>Dokter akan memberikan formulir permintaan pemeriksaan VL HIV kepada ODHIV.</p>

<ul>
	<li>Pengambilan Sampel Darah</li>
</ul>

<p>ODHIV akan diarahkan ke ruang laboratorium untuk pengambilan sampel darah yang diperlukan untuk pemeriksaan VL HIV.</p>

<ul>
	<li>Pulang dan Menunggu Hasil</li>
</ul>

<p>Setelah proses pengambilan sampel darah selesai, ODHIV dapat pulang dan menunggu hasil pemeriksaan. Hasil tersebut akan diinformasikan oleh dokter pada kunjungan rutin berikutnya atau melalui kontak lebih awal jika diperlukan.</p>

<h2><strong>Pemeriksaan di Luar Tempat Berobat</strong></h2>

<p>Selain melakukan pemeriksaan VL HIV di tempat berobat, ODHIV juga dapat memeriksakan VL HIV di luar tempatnya berobat. Caranya adalah dengan menghubungi layanan Pusat Deteksi Positif (PDP) atau tempat ODHIV biasa mengambil obat ARV untuk meminta surat rujukan laboratorium.</p>

<p>Jika bantuan diperlukan dalam menentukan tempat pemeriksaan VL HIV, dapat menghubungi Hotline Yayasan Kesehatan Indonesia (YKI) di nomor 0813 313131 95.</p>

<h2><strong>Waktu yang Tepat untuk Melakukan Pemeriksaan VL HIV</strong></h2>

<p>Pemeriksaan VL HIV sebaiknya dilakukan pada bulan ke-6 dan ke-12 setelah memulai pengobatan dengan ARV. Selain itu, penting juga untuk menjalani pemeriksaan rutin setiap tahun.</p>

<p>Jika dokter mencurigai adanya gagal terapi ARV atau pada ibu hamil yang terinfeksi HIV untuk menentukan cara persalinan, pemeriksaan VL HIV juga dapat dilakukan sesuai kebutuhan.</p>

<p>Hasil pemeriksaan VL HIV bisa dipahami dengan mudah. Jika hasilnya berkisar kurang dari atau sama dengan (&le;) 50 kopi virus per ml darah, maka itu berarti viral load &quot;tidak terdeteksi.&quot; Artinya, terapi ARV yang sedang dijalani ODHIV efektif dan risiko penularan HIV rendah.</p>

<p>Namun, jika hasil pemeriksaan menunjukkan jumlah virus lebih dari 50 kopi per ml darah, maka itu masuk dalam kategori viral load &quot;terdeteksi.&quot;</p>

<h2><strong>Pentingnya Kepatuhan dalam Minum Obat ARV</strong></h2>

<p>Meskipun hasil pemeriksaan VL HIV menunjukkan &quot;tidak terdeteksi,&quot; ODHIV tetap harus disiplin dalam minum obat ARV secara rutin. Hal ini penting untuk mempertahankan keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup yang baik.</p>

<p>Mengingat pentingnya pemeriksaan VL HIV dalam pengobatan HIV/AIDS, diharapkan semua ODHIV memahami manfaatnya dan rajin melakukan pemeriksaan secara berkala sesuai dengan petunjuk dokter. Dengan demikian, kita dapat bersama-sama menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan bebas dari risiko penularan HIV.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><em>Referensi</em>:</p>

<p>Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2022 Tentang Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus, Acquired Immunodeficiency Syndrome, dan Infeksi Menular Seksual (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia).</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Ketahui Manfaat ASI Eksklusif bagi Bayi dan Ibu</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/ketahui-manfaat-asi-eksklusif-bagi-bayi-dan-ibu</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/ketahui-manfaat-asi-eksklusif-bagi-bayi-dan-ibu</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>ASI (Air Susu Ibu) merupakan sumber nutrisi yang tak ternilai harganya bagi bayi yang baru lahir. Pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0 hingga 6 bulan memiliki peran vital dalam mendukung perkembangan dan kesehatannya.</p>

<p>Dalam enam bulan pertama sejak hari kelahiran, ASI menjadi investasi berharga yang akan membentuk masa depan si kecil hingga usia dua tahun.</p>

<h2><strong>Manfaat ASI Eksklusif bagi Bayi</strong></h2>

<p>Pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0 hingga 6 bulan memberikan manfaat luar biasa yang tidak dapat disaingi oleh makanan atau minuman apapun. ASI eksklusif bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan nutrisi fisik, tetapi juga berperan dalam membentuk fondasi kesehatan dan kecerdasan bagi si kecil.</p>

<h3>- &nbsp; Mencegah Terserang Penyakit</h3>

<p>ASI eksklusif memiliki peran krusial dalam meningkatkan ketahanan tubuh bayi, sehingga dapat mencegahnya dari berbagai penyakit yang berpotensi mengancam kesehatannya. ASI mengandung antibodi alami yang membantu melawan infeksi dan menjaga bayi dari berbagai virus dan bakteri yang dapat merugikan kesehatannya.</p>

<h3>- &nbsp; Mendukung Perkembangan Otak dan Fisik Bayi</h3>

<p>Pentingnya ASI eksklusif terletak pada dukungannya terhadap perkembangan otak dan fisik bayi. Selama enam bulan pertama, bayi dilarang mengkonsumsi nutrisi selain ASI. Oleh karena itu, ASI yang diberikan pada masa ini memiliki dampak besar pada pertumbuhan otak dan fisik si kecil di masa mendatang.</p>

<p>Zat-zat penting dalam ASI, seperti DHA dan AA, berperan dalam membentuk jaringan otak dan sistem saraf yang kuat serta mendukung perkembangan sel-sel otak dengan optimal.</p>

<h3>- &nbsp; Meningkatkan Sistem Imun Bayi</h3>

<p>ASI eksklusif mengandung zat-zat yang dapat memperkuat sistem imun bayi. Ini membantu melindungi bayi dari risiko infeksi dan penyakit yang umumnya lebih rentan menyerang bayi dengan sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya terbentuk.</p>

<h3>- &nbsp; Mengurangi Risiko Alergi dan Penyakit Kronis</h3>

<p>ASI eksklusif juga terbukti dapat membantu mengurangi risiko bayi terkena alergi makanan, asma, dan penyakit kronis lainnya. Zat-zat imunoglobulin dalam ASI membantu melindungi bayi dari alergen dan meredakan reaksi alergi yang mungkin terjadi.</p>

<h2><strong>Manfaat ASI Eksklusif bagi Ibu</strong></h2>

<p>Tak hanya memberikan manfaat yang besar bagi bayi, ASI (Air Susu Ibu) eksklusif juga membawa dampak positif yang luar biasa bagi ibu yang menyusui. Proses menyusui merupakan momen istimewa yang tidak hanya membangun ikatan emosional antara ibu dan anak, tetapi juga memberikan sejumlah manfaat kesehatan yang berharga.</p>

<h3>- &nbsp; Mengatasi Rasa Trauma Pasca Persalinan</h3>

<p>ASI eksklusif memiliki peran penting dalam membantu ibu mengatasi rasa trauma pasca persalinan. Dengan kehadiran sang buah hati dan proses menyusui, perlahan-lahan rasa trauma tersebut akan teratasi, sehingga ibu dapat merasakan kebahagiaan dalam mengasuh bayi pertamanya. Proses menyusui juga memicu pelepasan hormon oksitosin yang membantu meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan bayi.</p>

<h3>- &nbsp; Meningkatkan Kesehatan Mental Ibu</h3>

<p>Pemberian ASI eksklusif juga berperan dalam meningkatkan kesehatan mental ibu. Kehadiran bayi dan ikatan antara ibu dan anak yang terjalin melalui menyusui membantu mengurangi risiko depresi postpartum dan baby blues syndrome.</p>

<h3>- &nbsp; Mencegah Risiko Kanker Payudara dan Ovarium</h3>

<p>Pemberian ASI eksklusif juga berkontribusi dalam mengurangi risiko kanker payudara dan ovarium pada ibu. Selama proses menyusui, tubuh ibu mengalami penurunan kadar hormon estrogen, yang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara dan ovarium.</p>

<p>ASI eksklusif memiliki manfaat yang sangat berharga bagi bayi dan ibu. Bagi bayi, ASI eksklusif berperan dalam mencegah penyakit, mendukung perkembangan otak serta fisik, meningkatkan sistem imun, dan mengurangi risiko alergi dan penyakit kronis.</p>

<p>Sementara itu, bagi ibu, ASI eksklusif membantu mengatasi rasa trauma pasca persalinan, meningkatkan kesehatan mental, mencegah risiko kanker payudara dan ovarium, serta membantu proses pemulihan pasca persalinan.</p>

<p>Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif merupakan investasi berharga untuk masa depan si kecil hingga usia dua tahun. Penting bagi setiap ibu untuk memahami pentingnya memberikan ASI eksklusif dengan penuh cinta dan kesabaran, karena ini akan memberikan dampak positif yang tak ternilai bagi kesehatan dan pertumbuhan bayi.</p>

<p>Dengan memberikan ASI eksklusif, ibu memberikan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, serta menciptakan ikatan emosional yang mendalam antara ibu dan bayi.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Referensi :</p>

<p><a href="https://promkes.kemkes.go.id/manfaat-asi-eksklusif-untuk-ibu-dan-bayi">https://promkes.kemkes.go.id/manfaat-asi-eksklusif-untuk-ibu-dan-bayi</a></p>

<p><a href="https://promkes.kemkes.go.id/4-manfaat-pemberian-asi-bagi-kesehatan-ibu">https://promkes.kemkes.go.id/4-manfaat-pemberian-asi-bagi-kesehatan-ibu</a></p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Waspadai Gejala Diabetes Tipe-1 Pada Anak</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/waspadai-gejala-diabetes-tipe-1-pada-anak</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/waspadai-gejala-diabetes-tipe-1-pada-anak</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p><strong>Diabetes Melitus adalah</strong> salah satu masalah kesehatan yang banyak mengancam masyarakat dan berpotensi mengakibatkan kematian apabila tidak mendapatkan penanganan sedini mungkin.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><a href="https://ayosehat.kemkes.go.id/3-cara-mudah-hidup-sehat-untuk-cegah-diabetes"><strong>Penyakit diabetes</strong></a> juga tidak terkhusus untuk salah satu kelompok usia, sehingga memahami cara pencegahan dan gejala yang muncul merupakan hal yang penting untuk dilakukan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong><em>Diabetes Melitus tipe 1</em></strong> juga dapat kita temukan pada kelompok usia anak-anak, sehingga para orang tua dapat menerapkan sikap waspada dengan mencegah dan mengetahui beberapa gejala yang muncul pada anak.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><a href="https://upk.kemkes.go.id/new/mengenal-gejala-diabetes-melitus"><strong>Diabetes tipe 1</strong></a> adalah kondisi dimana tubuh benar-benar berhenti untuk memproduksi insulin karena adanya kerusakan pada sel pankreas yang memproduksi insulin oleh sistem kekebalan tubuh.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h2><strong>Gejala Diabetes Melitus Tipe-1 pada Anak</strong></h2>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berikut ini adalah beberapa <a href="https://www.instagram.com/p/CvEilAIBQ9b/?hl=id"><strong><em>gejala diabetes melitus tipe 1</em></strong></a> pada anak yang biasa muncul dan dapat diamati oleh para orang tua, diantaranya:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Penurunan prestasi di sekolah dan mudah marah</p>

<p>2. Mengompol</p>

<p>3. Mudah merasa haus dan sering merasa lapar</p>

<p>4. Terjadi penurunan berat makan</p>

<p>5. Mengalami gatal pada kemaluan</p>

<p>6. Infeksi kulit yang berulang</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong><em>Gejala diabetes tipe 1 pada anak</em></strong> yang telah disebutkan diatas, merupakan tanda bahwa anak mungkin saja mengalami diabetes tipe-1, sehingga diharapkan para orangtua bisa segera membawa sang anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk bisa mendapatkan penanganan sedini mungkin dari petugas kesehatan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Mari ajak anak untuk rutin menerapkan <a href="https://ayosehat.kemkes.go.id/phbs"><strong>perilaku hidup sehat</strong></a> dengan menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan tidurnya dan mengajak mereka untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga ringan.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Mengenal Aplikasi Telejamaah : Solusi untuk Memantau Kesehatan Jemaah Haji</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/mengenal-aplikasi-telejamaah--solusi-untuk-memantau-kesehatan-jemaah-haji</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/mengenal-aplikasi-telejamaah--solusi-untuk-memantau-kesehatan-jemaah-haji</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Kesehatan para jemaah haji merupakan hal yang menjadi prioritas bagi pemerintah. Saat ini bisa diketahui bahwa hingga hari ke-51 penyelenggaraan kesehatan haji tahun 1444 H/2023M, terdapat 186 jemaah haji sakit yang masih mendapatkan perawatan di rumah sakit arab saudi (RSAS)</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Kondisi jemaah haji yang saat ini tengah mendapatkan penanganan di rumah sakit, bisa dipantau oleh keluarga jemaah di tanah air melalui aplikasi Telejemaah.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Dalam keterangannya, dr. M. Imran selaku Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi 2023 menjelaskan bahwa kondisi jemaah haji dapat dipantau secara langsung oleh keluarga jemaah di tanah air melalui aplikasi Telejemaah melalui update yang dilakukan setiap hari oleh tim visitasi dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia baik yang berada di Makkah dan Madinah.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Aplikasi telejemaah adalah sebuah inovasi yang memuat informasi kesehatan dari seluruh jemaah haji sesuai dengan nomor porsi dan telah digunakan dalam dua tahun terakhir. Sehingga apabila kita memiliki kerabat yang sedang melakukan ibadah haji dan dirawat di RSAS, maka disarankan untuk bisa melakukan pemantauan di aplikasi telejemaah</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Aplikasi Telejemaah telah tersedia dan dapat diunduh di playstore, sehingga memudahkan masyarakat maupun jemaah dalam melakukan instal di ponsel berbasis android.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Melalui menu riwayat pemeriksaan di aplikasi Telejemaah, keluarga bisa mengetahui seluruh histori jemaah haji sakit yang mendapatkan perawatan di KKHI, Poskes, hingga RSAS selama penyelenggaraan ibadah haji. Melalui menu ini juga, keluarga dapat mengetahui update harian kondisi jemaah haji sakit di RSAS yang meliputi kondisi terkini jemaah, status perawatan di RSAS, hingga diagnosis dari dokter penanggung jawab di RSAS.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>6 Macam Gangguan yang Dirasakan Saat Stress</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/6-macam-gangguan-yang-dirasakan-saat-stress</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/6-macam-gangguan-yang-dirasakan-saat-stress</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p><strong>Stres adalah</strong> bagian dari kehidupan yang tak terhindarkan, dan setiap orang pasti pernah mengalaminya. Banyaknya aktivitas serta masalah yang datang silih berganti, merupakan salah satu alasan yang bisa menyebabkan kita terkena stres.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Meskipun stres merupakan hal yang normal, apabila tidak mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat, <a href="https://ayosehat.kemkes.go.id/10-penyakit-akibat-stres-berkepanjangan"><strong><em>dampak stres pada kesehatan</em></strong></a> akan dapat kita rasakan, sehingga banyak gangguan pada tubuh yang akan mengganggu aktivitas kita.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h2><strong>Gangguan yang Muncul Akibat Stres</strong></h2>

<p>&nbsp;</p>

<p>Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai gangguan yang dirasakan saat <a href="https://www.instagram.com/p/Cus79PihEn9/?hl=id"><strong>stres</strong></a>, berikut ini adalah 6 macam gangguan yang sering dirasakan saat stres yang perlu kamu ketahui:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Jantung yang berdebar-debar</p>

<p>2. Muncul keringat yang berlebihan</p>

<p>3. Otot-otot yang tegang</p>

<p>4. Sakit kepala</p>

<p>5. Sakit perut</p>

<p>6. Nafsu makan yang berkurang atau berlebih</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Mengetahui <strong>dampak stres</strong> pada kesehatan merupakan hal yang penting agar kita dapat lebih memahami efeknya pada kesehatan dan kualitas hidup kita. Sehingga dengan demikian, diharapkan masyarakat bisa melakukan <a href="https://upk.kemkes.go.id/new/5-langkah-mengatasi-rasa-tidak-nyaman-akibat-stres">cara tepat dalam meredakan stres</a>, agar pikiran kembali tenang dan tubuh menjadi fit.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Segera lakukan pemeriksaan atau konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami rasa stres yang sulit untuk ditangani dan bahkan sampai menimbulkan efek samping, agar bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin dari petugas kesehatan. Sehingga proses penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Jangan lupa untuk berdoa dan jangan ragu untuk membicarakan masalah yang kita alami kepada orang yang terpercaya.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Cegah Penyebaran Antraks dengan 6 Hal Berikut</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/cegah-penyebaran-antraks-dengan-6-hal-berikut</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/cegah-penyebaran-antraks-dengan-6-hal-berikut</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p><a href="https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/antraks/antraks"><strong>Antraks adalah</strong></a> penyakit zoonosis yang saat ini tengah menjadi perhatian khusus karena dampak yang ditimbulkan cukup serius menimpa beberapa daerah di indonesia.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Penyakit antraks</strong> sendiri adalah penyakit hewan menular yang disebabkan oleh bakteri atau kuman antraks (<em>Bacillus Anthracis</em>). Penyakit ini biasanya ditemukan pada hewan berdarah panas seperti hewan sapi, kerbau, babi, kuda, rusa, dan satwa liar lainnya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Penularan penyakit antraks</strong> dapat terjadi dari hewan ke manusia, namun tidak bisa menular antar manusia. Meski demikian, penyakit antraks sangat perlu untuk diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian tidak hanya pada hewan namun juga pada manusia.</p>

<h2>&nbsp;</h2>

<h2><strong>Tips Mencegah Penyakit Antraks</strong></h2>

<p>&nbsp;</p>

<p>Melihat kondisi tersebut, maka penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana <strong><em>cara mencegah penyakit antraks</em></strong> agar penyebarannya dapat dihentikan, dan meminimalisir jumlah korban.</p>

<p>Berikut ini adalah beberapa <strong>tips mencegah penyakit antraks</strong> yang perlu kamu ketahui, diantaranya adalah:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Tidak memasukkan hewan ternak dari sekitar lokasi kasus antraks ke daerah bebas antraks.</p>

<p>2. Dilarang menyembelih, mengolah, dan <a href="https://upk.kemkes.go.id/new/6-tips-sehat-selama-idul-adha"><strong>mengkonsumsi hewan</strong></a> yang sakit atau mati.</p>

<p>3. Sebelum mengkonsumsi daging, pastikan kualitas daging dari hewan dan masak hingga matang sempurna.</p>

<p>4. Apabila mengetahui atau menemukan hewan yang sakit dan mati, segera laporkan ke dinas yang membidangi kesehatan hewan.</p>

<p>5. Tetap jaga kebersihan diri dan lingkungan.</p>

<p>6. Jika sakit dan memiliki riwayat kontak dengan hewan sakit, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><a href="https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/antraks/antraks"><strong>Gejala penyakit antraks</strong></a> sangat beragam, sehingga bersegera dalam melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat merupakan langkah yang bijak dalam mewaspadai penyakit antraks.</p>

<p>Mari bersama cegah penyebaran antraks dengan menerapkan beberapa <strong><em>tips mencegah penyakit antraks</em></strong> yang telah disebutkan diatas.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Pertolongan Pertama untuk Mencegah Infeksi Rabies</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/pertolongan-pertama-untuk-mencegah-infeksi-rabies</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/pertolongan-pertama-untuk-mencegah-infeksi-rabies</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Pada kasus <a href="https://ayosehat.kemkes.go.id/lakukan-langkah-ini-untuk-mencegah-infeksi-akibat-gigitan-anabul"><strong><em>penyakit Rabies</em></strong></a>, Pertolongan pertama yang tepat merupakan tindakan yang sangat penting dalam mengatasi gigitan hewan yang dicurigai terinfeksi rabies.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><a href="https://upk.kemkes.go.id/new/kenali-gejala-rabies"><strong>Rabies adalah</strong></a> penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus rabies. Secara umum, penyakit rabies dapat ditularkan melalui saliva, yaitu anjing, kucing dan juga kera yang terkena rabies melalui jalan gigitan atau luka terbuka.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Penyakit rabies</strong> dapat menjadi penyakit yang sangat fatal dan dapat menyebabkan kematian apabila tidak mendapatkan penanganan sedini mungkin. Oleh karena itu, memiliki pengetahuan tentang pertolongan pertama dari penyakit rabies dapat membantu melindungi diri kita dan orang-orang di sekitar kita dari ancaman rabies.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h2><strong>Pertolongan Pertama untuk Mencegah Rabies</strong></h2>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berikut ini adalah beberapa <strong><em>pertolongan pertama untuk mencegah rabies</em></strong> yang dapat dilakukan sesaat setelah mendapatkan gigitan atau cakaran dari hewan yang dicurigai terjangkit penyakit rabies, diantaranya adalah:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Mencuci bekas luka gigitan atau cakaran sampai bersih menggunakan air hangat dan sabun, serta tekan area bekas luka untuk membantu membersihkan kuman.</p>

<p>2. Setelah bersih, gunakan antiseptik pada luka menggunakan kain atau perban.</p>

<p>3. Jika luka terasa sangat nyeri, minum obat pereda nyeri seperti paracetamol</p>

<p>4. Segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Setelah mengetahui beberapa pertolongan pertama untuk mencegah rabies diatas, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait <strong>apa yang harus dilakukan saat digigit hewan yang terinfeksi rabies</strong>. Selain itu juga diharapkan jumlah korban akibat rabies dapat diminimalisir.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Sumber =<br />
<a href="https://ayosehat.kemkes.go.id/lakukan-langkah-ini-untuk-mencegah-infeksi-akibat-gigitan-anabul"><strong>Ayo Sehat</strong></a></p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>6 Tips Sehat Selama Idul Adha</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/6-tips-sehat-selama-idul-adha</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/6-tips-sehat-selama-idul-adha</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p><strong><em>Idul Adha</em></strong> merupakan momen spesial bagi umat islam di seluruh dunia. Selain dikarenakan Idul Adha merupakan salah satu momen lebaran bagi umat islam, pada momen idul adha juga banyak tradisi dan kebiasaan yang dilakukan, termasuk penyembelihan hewan kurban dan berbagi daging kepada yang membutuhkan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Namun demikian, terdapat hal-hal yang perlu diketahui dan dilakukan oleh masyarkat sebelum mengolah dan mengkonsumsi <strong>daging qurban</strong>. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menikmati hidangan daging dengan tetap sehat dan bebas dari <a href="https://ayosehat.kemkes.go.id/tips-sehat-cegah-kolesterol-saat-santap-hidangan-idul-adha">kolesterol</a>.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h2><strong>Tips Sehat Selama Idul Adha</strong></h2>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu untuk dilakukan agar ibadah dan perayaan di idul adha dapat lebih maksimal dan tetap sehat, diantaranya:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Masak daging hingga matang sempurna;</p>

<p>2. Pilih area daging yang rendah lemak;</p>

<p>3. Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang dengan banyak mengkonsumsi buah dan sayur, serta membatasi konsumsi makanan yang tinggi kolesterol;</p>

<p>4. Tetap berolahraga atau melakukan aktivitas fisik ringan minimal 30 menit disela kesibukan di hari raya;</p>

<p>5. Berhenti dari kebiasaan merokok;</p>

<p>6. Tidak mengkonsumsi makanan secara berlebihan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Hari raya idul adha</strong> merupakan momen yang bahagia. Untuk itu, mari maksimalkan kebahagiaan dengan tetap menjaga kesehatan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Tidak lupa untuk cukupi kebutuhan air harian dalam tubuh dan segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit saat beraktivitas selama <strong>lebaran idul adha</strong> ataupun setelah makan makanan yang tinggi kolesterol secara berlebihan.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Gejala Darah Tinggi (Hipertensi) yang Perlu Diwaspadai</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/gejala-darah-tinggi-hipertensi-yang-perlu-diwaspadai</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/gejala-darah-tinggi-hipertensi-yang-perlu-diwaspadai</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p><strong>Darah tinggi</strong> atau hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius dan banyak ditemui di tengah masyarakat, tidak hanya di Indonesia namun hampir diseluruh dunia.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><a href="https://ayosehat.kemkes.go.id/hipertensi-keluarga-juga-ikut-menyembuhkan"><strong>Darah tinggi</strong></a><strong> adalah</strong> kondisi peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Adanya peningkatan yang abnormal tersebut, akan menyebabkan peningkatan berbagai Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, gagal jantung, serangan jantung hingga kerusakan pada ginjal.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Meski sebagian para penderita darah tinggi tidak merasakan gejala, namun terdapat beberapa gejala umum yang akan dirasakan oleh penderita <strong>darah tinggi</strong> apabila tidak segera mendapatkan penanganan dan bahkan sampai menahun.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h2><strong>Gejala Darah Tinggi</strong></h2>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berikut ini adalh beberapa <a href="https://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/2016/10/Tekanan-Darah-Tinggi-Hipertensi.pdf"><strong><em>gejala darah tinggi</em></strong></a> yang dapat dirasakan apabila tidak segera diobati, diantaranya adalah:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Sakit kepala</p>

<p>2. Sesak nafas</p>

<p>3. Gelisah</p>

<p>4. Pandangan menjadi kabur</p>

<p>5. Mual dan muntah</p>

<p>6. Gelisah</p>

<p>7. Kelelahan</p>

<h2>&nbsp;</h2>

<h2><strong>Mencegah Darah Tinggi</strong></h2>

<p>&nbsp;</p>

<p><a href="https://upk.kemkes.go.id/new/mengenal-penyakit-hipertensi"><strong>Hipertensi</strong></a> atau darah tinggi dapat terjadi oleh siapapun terutama bagi seseorang yang mengalami obesitas. Sehingga dengan demikian, penderita darah tinggi yang kelebihan berat badan dianjurkan untuk menurunkan berat badannya hingga berada dalam berat yang ideal.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Selain itu penerapan <strong>perilaku hidup sehat</strong> seperti tidur yang cukup dan banyak makan buah dan sayur juga merupakan hal yang dapat dilakukan untuk mengendalikan tekanan darah yang kita miliki.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Tidak lupa untuk segera melakukan konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala hipertensi atau untuk melakukan pemeriksaan dini terhadap kesehatan kita, agar segala bentuk penyakit yang muncul bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Sumber =</p>

<p><a href="https://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/2016/10/Tekanan-Darah-Tinggi-Hipertensi.pdf">P2PTM</a></p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Cegah Dampak Cuaca Panas Saat Berhaji Dengan 4 Langkah</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/cegah-dampak-cuaca-panas-saat-berhaji-dengan-4-langkah</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/cegah-dampak-cuaca-panas-saat-berhaji-dengan-4-langkah</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Dengan kondisi suhu yang jauh berbeda dari Indonesia, Arab Saudi saat ini diketahui memiliki suhu hingga mencapai 48 derajat celcius. <a href="https://upk.kemkes.go.id/new/cegah-dampak-cuaca-panas-dengan-5-langkah"><strong>Cuaca panas</strong></a> tersebut, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah haji, terutama pada kelompok usia lansia yang saat ini mendominasi kloter keberangkatan haji 2023.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Melihat kondisi tersebut, maka penting bagi para <strong>jemaah haji</strong> untuk bisa melakukan berbagai persiapan guna meminimalisir paparan cuaca panas yang dapat mengganggu kesehatan dan mengganggu berjalannya kegiatan ibadah haji.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h2><strong>Tips Menghadapi Cuaca Panas saat Berhaji.</strong></h2>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berikut ini adalah beberapa tips meminimalisir dampak cuaca panas bagi tubuh para jemaah haji yang wajib untuk diketahui, diantaranya adalah:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1.&nbsp;<a href="https://ayosehat.kemkes.go.id/media-kie-haji--sudah-lengkapkah-alat-pelindung-diri-apd-anda"><strong>Menggunakan APD</strong></a> (Alat Pelindung Diri) seperti, payung, kacamata hitam, botol semprot, masker dan alas kaki,</p>

<p>2. Penuhi cairan didalam tubuh dengan minum air putih minimal 1 jam sekali atau jangan sampai menunggu haus,</p>

<p>3. Setiap jamaah haji yang ingin meninggalkan penginapan, tidak lupa untuk membawa kantong kresek sebagai tempat menyimpan alas kaki,</p>

<p>4. Apabila memiliki keluhan kesehatan selama melaksanakan kegiatan haji, segera hubungi petugas kesehatan atau konsultasikan kepada dokter kloter.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Dengan mengetahui berbagai <a href="https://upk.kemkes.go.id/new/waspadai-penyakit-saat-cuaca-panas"><strong><em>tips menghindari dampak cuaca panas</em></strong></a> saat di tanah Suci, diharapkan kita dapat menjalankan ibadah haji dengan khusyu dan lancar serta terhindar dari berbagai penyakit yang dapat mengganggu kesehatan kita, seperti Mers, heatstroke hingga dehidrasi.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>sumber =</p>

<p><a href="https://ayosehat.kemkes.go.id/video-kie-haji--tips-menghindari-cuaca-panas-dan-kaki-melepuh"><strong>Ayo Sehat</strong></a></p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Kenali Manfaat Donor Darah Bagi Tubuhmu</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/kenali-manfaat-donor-darah-bagi-tubuhmu</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/kenali-manfaat-donor-darah-bagi-tubuhmu</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p><strong>Donor darah</strong> atau proses dimana kita menyumbangkan darah yang kita miliki untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Bahkan, dalam satu donasi darah yang kita lakukan, dapat menyelamatkan hingga 3 (tiga) nyawa.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Kegiatan donor darah</strong> sendiri juga merupakan salah satu cara kita untuk bisa memberikan harapan hidup kepada orang lain, sehingga dapat meningkatkan rasa kebersamaan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h2><strong>Manfaat Donor Darah Bagi Tubuh Kita</strong></h2>

<p>&nbsp;</p>

<p>Selain bermanfaat untuk orang lain, <strong><em>manfaat donor darah</em></strong> juga dapat dirasakan oleh tubuh kita secara fisik maupun mental, diantaranya adalah:</p>

<p>&nbsp;</p>

<h3><strong>Manfaat Donor Darah Secara Fisik</strong></h3>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Meminimalisir risiko Penyakit jantung,</p>

<p>2. Dapat mengurangi kekentalan darah dalam tubuh,</p>

<p>3. Menurunkan tingkat kolesterol di dalam tubuh,</p>

<p>4. Dapat menurunkan kadar oksidan di dalam tubuh dengan meningkatkan kandungan <em>antioksidan.</em></p>

<h3>&nbsp;</h3>

<h3><strong>Manfaat Donor Darah Secara Mental</strong></h3>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Mengurangi stres,</p>

<p>2. Mengurangi perasaan negatif,</p>

<p>3. Meningkatkan kesejahteraan emosi,</p>

<p>4. Menurunkan rasa terasingkan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Dengan melakukan <strong>donor darah secara rutin</strong>, secara tidak langsung kita juga bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis, karena petugas akan melakukan pemeriksaan detak jantung, tekanan darah hingga tingkat HB (Hemoglobin) sebelum melakukan pengambilan darah.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Dengan berbagai <strong><em>manfaat donor darah</em></strong> yang telah disebutkan diatas, diharapkan mampu memberikan dorongan kepada kita dan seluruh masyarakat untuk mengikuti program donor darah.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Tidak harus di <strong>Unit Transfusi Darah</strong> (UTD) donor darah juga bisa dilakukan di berbagai tempat yang mengadakan program donor darah, sehingga dapat memudahkan masyarakat yang ingin mengikuti program donor darah.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Sumber =&nbsp;</p>

<p><a href="https://dinkes.kalbarprov.go.id/hari-donor-darah-sedunia-ketahui-manfaat-donor-darah-bagi-kesehatan-tubuh/"><strong>Dinkes Kalimantan Barat</strong></a></p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Kenali Faktor Risiko HIV/AIDS dan Pencegahannya</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/kenali-faktor-risiko-hivaids-dan-pencegahannya</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/kenali-faktor-risiko-hivaids-dan-pencegahannya</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Secara umum, <em>Human Immunodeficiency Virus</em> atau HIV merupakan tahap awal dari dari penyakit AIDS. HIV akan menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga daya tahan tubuh pasien akan melemah dan rentan diserang berbagai penyakit.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Apabila tidak mendapatkan penanganan yang cepat, HIV akan berkembang menjadi AIDS atau <em>Acquired Immune Deficiency Syndrome</em>. Pasien yang terpapar AIDS akan mengalami kondisi dimana tubuh tidak mampu melawan infeksi yang ditimbulkan. Dengan kata lain AIDS adalah stadium akhir dari Infeksi HIV.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Melihat keterangan diatas, maka sangat penting bagi kita untuk mengetahui berbagai penyebab dan pencegahan HIV/AIDS. Hal ini dilakukan agar kita dapat melakukan tindakan preventif dan menjauhi segala hal yang dapat membuat kita terpapar HIV/AIDS.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h2><strong>Faktor Risiko HIV /AIDS</strong></h2>

<p>&nbsp;</p>

<p>Proses penularan HIV/AIDS dibagi menjadi 2 jalur, yaitu cairan kelamin dan juga darah. Sehingga faktor risiko dari HIV/AIDS tidak bisa dipisahkan dari kedua hal tersebut, diantaranya adalah:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Berganti-ganti pasangan dan berhubungan seksual melalui dubur/anus tanpa menggunakan kondom</p>

<p>2. Menggunakan jarum suntik secara bersamaan.</p>

<p>3. Penularan HIV/AIDS dari ibu hamil ke janin melalui plasenta</p>

<p>4. Mendapatkan suntikan, transfusi darah atau prosedur medis lainnya yang tidak steril atau tidak dilakukan dengan profesional</p>

<h2>&nbsp;</h2>

<h2><strong>Cara Mencegah HIV/AIDS</strong></h2>

<p>&nbsp;</p>

<p>Setelah mengetahui berbagai faktor risiko HIV/AIDS diatas, masyarakat juga perlu tau bagaimana cara mencegah HIV/AIDS yang benar, diantaranya adalah sebagai berikut:</p>

<p>1. Setia dan menghindari berganti-ganti pasangan.</p>

<p>2. Hindari penggunaan segala jenis narkotika, terutama yang melalui jarum suntik.</p>

<p>3. Melakukan edukasi terkait penularan hingga pengobatan HIV/AIDS kepada masyarakat, agar proses penularan tidak terus berlanjut.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Dengan mengetahui berbagai faktor risiko dan cara mencegah HIV/AIDS diatas, diharapkan masyarakat dapat lebih teredukasi dan penularan HIV/AIDS dapat dihentikan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Tidak perlu malu dan segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala HIV/AIDS seperti pembengkakan kelenjar getah bening di beberapa bagian tubuh hingga penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, agar bisa mendapatkan penanganan secara tepat dari tenaga kesehatan.</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Cegah Penyakit Lupus dengan SALURI</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/cegah-penyakit-lupus-dengan-saluri</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/cegah-penyakit-lupus-dengan-saluri</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p><strong>Apa itu Penyakit Lupus?</strong> Lupus adalah salah satu masalah kesehatan yang termasuk kedalam kelompok Penyakit Tidak menular (PTM) dan bukan termasuk kanker. Lupus adalah penyakit autoimun yang bersifat menahun, namun jika pasien didiagnosis terkena penyakit lupus dan segera mendapatkan penanganan, maka usia harapan hidup pasien lupus sama dengan populasi umum lainnya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong><em>Penyakit lupus</em></strong> umumnya mengenai wanita yang berada pada usia produktif. Meskipun lupus dapat dikendalikan, namun masyarakat tetap harus waspada karena lupus dapat menyerang berbagai organ sehingga memiliki gejala yang bervariasi.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h1><strong>Mengenal SALURI</strong></h1>

<p>&nbsp;</p>

<p>Melihat kondisi diatas, perlu bagi kita untuk mulai melakukan <strong><em>deteksi penyakit lupus</em></strong> sedini mungkin melalui metode <strong>SALURI (perikSA LUpus sendiRI)</strong> dengan menjawab pertanyaan berikut ini:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Apakah Persendian Anda sering terasa sakit, nyeri atau bengkak lebih dari 3 bulan?</p>

<p>2. Apakah jari tangan dan/ jari kaki pucat, kaku atau tidak nyaman di saat dingin?</p>

<p>3. Apakah Anda pernah menderita sariawan lebih dari 2 minggu?</p>

<p>4. Apakah Anda mengalami kelainan darah seperti: anemia, leukositopenia, atau trombositopenia?</p>

<p>5. Pernahkah pada wajah Anda terdapat ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu yang sayapnya melintang dari pipi ke pipi?</p>

<p>6. Apakah Anda sering demam diatas 38&ordm; C dengan sebab yang tidak jelas?</p>

<p>7. Apakah Anda pernah mengalami nyeri dada selama beberapa hari saat menarik nafas?</p>

<p>8. Apakah Anda sering merasa sangat lelah dan sangat lemas, bahkah setelah cukup beristirahat?</p>

<p>9. Apakah kulit Anda hipersensitif terhadap sinar matahari?</p>

<p>10. Apakah terdapat protein pada pemeriksaan urin Anda?</p>

<p>11. Pernahkah Anda mengalami serangan kejang?</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Bila Anda menjawab &ldquo;Ya&rdquo; untuk minimal 4 pertanyaan, ada kemungkinan Anda terkena Lupus. Segera konsultasikan dengan Dokter puskesmas atau rumah sakit setempat.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Cegah Obesitas Pasca Ramadhan</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/cegah-obesitas-pasca-ramadhan</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/cegah-obesitas-pasca-ramadhan</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Momen ramadhan telah berlalu, sehingga beberapa orang kembali mengkonsumsi makanan dalam jumlah porsi yang besar dan menyebabkan peningkatan berat badan serta berisiko untuk mengalami obesitas.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Hal ini perlu diperhatikan, mengingat obesitas bisa berisiko mengantarkan penderita menuju berbagai penyakit tidak menular (PTM) lainnya yang lebih berbahaya seperti darah tinggi dan diabetes melitus.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Untuk itu, kita perlu menerapkan perilaku hidup sehat dan beberapa langkah pencegahan lainnya agar kita terhindar dari obesitas atau berat badan berlebih.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h1><strong>Tips menghindari Obesitas.</strong></h1>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berikut ini adalah beberapa tips mencegah obesitas yang perlu dilakukan oleh masyarakat pasca ramadhan agar berat badan tetap ideal dan hidup lebih sehat, diantaranya adalah:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Mengatur pola makan agar jadwal makan bisa berjalan dengan tepat.</p>

<p>2. Memakan makanan yang sehat dan bergizi</p>

<p>3. Mengurangi konsumsi gula, garam dan lemak, serta memperbanyak konsumsi makan buah dan sayur minimal 5 porsi perhari atau setara dengan 450gr/hari</p>

<p>4. Berusaha untuk tidak mengkonsumsi rokok dan alkohol</p>

<p>5. Rutin melakukan aktivitas fisik atau latihan fisik</p>

<p>6. Melakukan konsultasi atau pemeriksaan ke dokter terdekat apabila Indeks Massa Tubuh (IMT) sudah melebihi 25.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berat badan yang ideal merupakan keinginan semua orang. Berat badan ideal dapat membuat kita beraktivitas dengan bebas dan terhindar dari berbagai penyakit yang berbahaya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Dengan demikian, tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila membutuhkan bantuan ahli dalam berkonsultasi mengenai penurunan berat badan.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Tips Sehat Memilih Jajanan untuk Anak di Sekolah</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/tips-sehat-memilih-jajanan-untuk-anak-di-sekolah</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/tips-sehat-memilih-jajanan-untuk-anak-di-sekolah</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Waktu masuk sekolah sudah kembali dimulai setelah sebelumnya libur panjang untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. Para orangtua juga diharapkan bisa kembali menaruh perhatian terhadap <strong>jajanan</strong> yang dikonsumsi oleh putra dan putri nya selama berada di sekolah.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Lemahnya pengawasan orangtua terhadap berbagai jajanan yang dikonsumsi oleh putra dan putrinya selama berada di sekolah dapat meningkatkan potensi keracunan atau <strong>gangguan pencernaan</strong> pada anak yang dipengaruhi oleh bakteri dan berbagai jenis bahan makanan yang tidak aman dikonsumsi.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h2><strong>Tips Memilih Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS)</strong></h2>

<p>&nbsp;</p>

<p>Untuk meminimalisir potensi keracunan dan <strong><em>gangguan pencernaan pada anak</em></strong>, berikut adalah beberapa tips memilih pangan jajanan anak sekolah yang bisa dilakukan, diantaranya:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Memilih pangan yang aman, bersih dan telah dimasak dengan matang</p>

<p>2. Hindari makanan dan minuman yang memiliki warna yang mencolok</p>

<p>3. Membatasi konsumsi makanan cepat saji dan makanan ringan</p>

<p>4. Memperbanyak makanan yang tinggi serat dan tinggi protein</p>

<p>5. Cukupi kebutuhan air dengan minum air putih</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Kesehatan anak</strong> kita merupakan hal yang paling utama, mereka dapat terus belajar dan bermain tanpa terhalang berbagai penyakit yang mengganggu.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Tidak lupa untuk memperhatikan waktu istirahat dan kebersihan pada anak kita agar tubuhnya dapat lebih fit dalam menjalankan aktivitas harian.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila terdapat <strong><em>gejala penyakit pada anak</em></strong>, agar bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan sedini mungkin dari petugas kesehatan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Sumber = <a href="https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/memilih-jajanan-anak-sekolah-aman-dan-sehat-ini-tips-dari-pakar-gizi-unisa-yogyakarta">https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/memilih-jajanan-anak-sekolah-aman-dan-sehat-ini-tips-dari-pakar-gizi-unisa-yogyakarta</a>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Waspadai Penyakit Saat Cuaca Panas</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/waspadai-penyakit-saat-cuaca-panas</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/waspadai-penyakit-saat-cuaca-panas</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p><strong>Cuaca panas</strong> yang saat ini terjadi, tidak hanya membuat aktivitas masyarakat menjadi terganggu, namun juga menyebabkan terjadinya berbagai potensi penyakit yang dapat menyerang masyarakat yang tidak melakukan persiapan yang baik dan benar dalam menghadapi cuaca yang panas seperti saat ini.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Adapun persiapan yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi <strong>cuaca panas</strong> seperti saat ini adalah dengan rutin minum dan tidak menunggu haus, menggunakan sunscreen minimal SPF 30, hingga meminimalisir kegiatan seperti olahraga dan bermain di luar ruangan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h1><strong>Penyakit Akibat Cuaca Panas</strong></h1>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berbagai persiapan yang telah disebutkan diatas, merupakan upaya yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk menghindari berbagai <strong><em>penyakit penyerta musim panas</em></strong>, diantaranya sebagai berikut:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Dehidrasi, Heatstroke dan iritasi kulit yang ditandai dengan kelelahan, kulit kering serta warna air kencing yang keruh.</p>

<p>2. Sakit Kepala Sebelah (Migrain) akibat terpapar panas matahari ataupun terpapar polusi yang berlebihan.</p>

<p>3. Panas dalam akibat kondisi cuaca yang panas dan diperparah dengan asupan makanan yang kurang tepat, seperti gorengan atau makanan pedas.</p>

<p>4. Demam tinggi akibat paparan sinar matahari, sehingga menyebabkan suhu tubuh meningkat. Apabila tidak mendapatkan penanganan, akan berbahaya dan merusak otak serta organ-organ vital di dalam tubuh kita.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Dengan mengetahui beberapa penyakit yang mungkin terjadi akibat cuaca yang panas seperti saat ini, diharapkan bisa membuat kita jauh lebih waspada dan melakukan persiapan dalam <strong>menghadapi cuaca panas</strong>.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Kurangi aktivitas diluar ruangan dan segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami <strong><em>gejala penyakit akibat cuaca panas</em></strong>, agar bisa segera mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Sumber =</p>

<p><a href="https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1574/cuaca-panas-ekstrem-dapat-menyebabkan-bebagai-penyakit-karena-itu-perlu-antisipasi-agar-tidak-tumbang">https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1574/cuaca-panas-ekstrem-dapat-menyebabkan-bebagai-penyakit-karena-itu-perlu-antisipasi-agar-tidak-tumbang</a>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Cegah Dampak Cuaca Panas dengan 5 Langkah</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/cegah-dampak-cuaca-panas-dengan-5-langkah</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/cegah-dampak-cuaca-panas-dengan-5-langkah</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Cuaca yang cerah dengan <strong>sinar matahari</strong> yang hangat, bisa menjadi waktu yang menyenangkan untuk bersantai bersama keluarga di pantai atau melakukan berbagai aktivitas di luar rumah. Namun, suhu yang terus meningkat hingga terlalu panas bagi tubuh, akan menyebabkan beberapa dampak yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas kita saat berada di luar ruangan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Untuk itu, mengetahui beberapa tindakan yang dapat meminimalisir <strong><em>dampak cuaca panas bagi tubuh</em></strong> menjadi penting untuk kita ketahui, agar tubuh masih bisa beraktivitas dengan maksimal dibawah terik matahari tanpa ada kendala.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h1><strong>Tips Sehat Saat Cuaca Panas</strong></h1>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berikut ini adalah beberapa <strong><em>tips sehat saat cuaca panas</em></strong><strong><em> </em></strong>yang perlu untuk diketahui dan dilakukan, diantaranya adalah:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Cukupi kebutuhan air tubuh dan tidak menunggu rasa haus muncul</p>

<p>2. Menghindari kontak matahari secara langsung dengan menggunakan topi atau payung.</p>

<p>3. Menggunakan tabir surya atau sunscreen minimal 30 SPF pada kulit yg tidak tertutup oleh baju untuk memberikan perlindungan ekstra kepada kulit.</p>

<p>4. Apabila ingin melakukan aktivitas fisik/olahraga, lakukan di dalam ruangan untuk meminimalisir potensi heatstroke ataupun dehidrasi</p>

<p>5. Jangan meninggalkan siapapun di dalam kendaraan yang terparkir, baik dengan kaca terbuka maupun tertutup.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Panas terik</strong><strong> </strong>seperti yang terjadi saat ini sangat perlu untuk kita waspadai, karena tubuh akan rentan mengalami masalah kesehatan seperti dehidrasi, Heat Stroke dan gangguan kesehatan lainnya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Kurangi aktivitas di luar ruangan dan segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami <strong><em>gejala penyakit akibat cuaca panas</em></strong>, agar bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;Sumber =&nbsp;</p>

<ol>
	<li><a href="https://promkes.kemkes.go.id/kurangi-dampak-cuaca-panas-dengan-melakukan-hal-berikut">https://promkes.kemkes.go.id/kurangi-dampak-cuaca-panas-dengan-melakukan-hal-berikut</a>&nbsp;</li>
	<li><a href="https://dinkes.bengkaliskab.go.id/download/index.php?com=isi_tips&amp;id_news=10">https://dinkes.bengkaliskab.go.id/download/index.php?com=isi_tips&amp;id_news=10</a>&nbsp;</li>
</ol>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>5 Langkah Sehat saat Arus Balik Mudik di Cuaca Tidak Menentu</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/5-langkah-sehat-saat-arus-balik-mudik-di-cuaca-tidak-menentu</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/5-langkah-sehat-saat-arus-balik-mudik-di-cuaca-tidak-menentu</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Setelah menghabiskan waktu bersama dengan keluarga besar selama libur lebaran di kampung halaman, kini tiba waktunya bagi kita untuk kembali menjalankan aktivitas keseharian di daerah masing-masing.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Namun demikian, arus balik mudik merupakan tantangan tersendiri, apalagi jika kita melihat kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Stres akibat macet dan cuaca yang tidak menentu akan membuat sebagian orang yang tidak berada dalam kondisi yang fit untuk beraktivitas, akan mudah terserang penyakit. Sehingga dengan demikian, melakukan persiapan baik kesehatan fisik maupun bekal makanan menjadi hal yang penting untuk dilakukan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h1><strong>Tips Sehat saat Arus Balik di Musim Pancaroba.</strong></h1>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat yang sedang terjebak arus mudik saat musim pancaroba seperti saat ini, diantaranya adalah:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Cukupi kebutuhan air dalam tubuh dengan minum 8 gelas perhari.</p>

<p>2. Melakukan cek kesehatan dan hindari begadang sebelum melakukan perjalanan.</p>

<p>3. Istirahat yang cukup dengan melakukan peregangan setelah 4 jam berkendara.</p>

<p>4. Menjaga kebersihan diri dengan menggunakan masker untuk menghindari virus, dan mencuci tangan sebelum makan.</p>

<p>5. Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi</p>

<p>6. Agar tidak stres, posisikan tubuh ke posisi yang nyaman dengan mengatur tempat duduk ataupun mengatur suhu didalam kendaraan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Stres selama di perjalanan akan sangat mengganggu mood dan kesehatan kita, hal ini akan mengakibatkan kita tidak bisa secara maksimal dalam melakukan aktivitas harian kita setelah melakukan perjalanan mudik.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Untuk itu, dengan melakukan beberapa tips sehat saat berkendara di kondisi pancaroba diatas, diharapkan bisa menjadi acuan dalam menjaga kesehatan saat berkendara.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Tips Menjaga Berat Badan Ideal Selama Ramadhan</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/tips-menjaga-berat-badan-ideal-selama-ramadhan</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/tips-menjaga-berat-badan-ideal-selama-ramadhan</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Momen lebaran Idul Fitri, merupakan momen yang sangat ditunggu oleh kaum muslimin. Hal ini dikarenakan momen berkumpul bersama keluarga sekaligus menikmati menu khas lebaran tidak dapat dilakukan setiap waktu.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Namun, perlu diingat bahwa tradisi makanan lezat yang sering dikonsumsi selama perayaan ini, bisa berdampak pada kesehatan kita jika tidak diatur dengan baik, sehingga kita sangat perlu untuk memperhatikan porsi dengan baik agar terhindar dari kegemukan atau obesitas saat lebaran.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h1><strong>Tips Sehat saat Lebaran.</strong></h1>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berikut ini adalah beberapa tips mencegah obesitas selama lebaran yang dapat menjadi acuan oleh masyarakat saat santap menu lebaran, diantaranya adalah:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Mengatur porsi makan yang cukup, sehingga asupan makanan yang masuk tidak melebihi dari energi yang kita keluarkan.</p>

<p>2. Mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang manis dan perbanyak air putih agar kadar gula dalam tubuh tidak berlebih.</p>

<p>3. Mengkonsumsi cukup sayur dan buah agar kebutuhan serat yang membantu melancarkan sistem pencernaan dapat terpenuhi.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Tetap jaga kesehatan selama lebaran agar proses ibadah ied dan silaturahim dapat berjalan dengan lancar dan bebas dari paparan penyakit.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Tidak lupa untuk terapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencukupi kebutuhan tidur selama malam takbiran serta tidak lupa untuk mencuci tangan sebelum makan dan setelah berjabat tangan dengan kerabat.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Segera lakukan pemeriksaan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit selama lebaran, agar bisa mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Mudik Sehat dengan PHBS</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/mudik-sehat-dengan-phbs</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/mudik-sehat-dengan-phbs</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p><strong>Lebaran</strong> sebentar lagi, saatnya bagi masyarakat menghabiskan waktu liburan bersama keluarga besar dikampung halaman.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Mudik adalah</strong> kegiatan tahunan yang sudah menjadi tradisi di Indonesia. agar perjalanan mudik kali ini bebas dari stres, terpapar penyakit hingga berbagai kejadian lainnya yang tidak diinginkan, diharapkan masyarakat bisa melakukan persiapan dengan baik dan benar.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h1><strong>Tips Mudik Sehat.</strong></h1>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berikut ini adalah beberapa <strong><em>tips mudik sehat dengan PHBS</em></strong> (Perilaku hidup Bersih dan Sehat) yang dapat kita lakukan selama di perjalanan atau berkendara, diantaranya adalah:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Melakukan persiapan fisik dengan melakukan cek kesehatan ke fasilitas kesehatan atau posko kesehatan terdekat sebelum melakukan perjalanan.</p>

<p>2. Mengkonsumsi makanan sahur dan berbuka yang bersih dan bergizi.</p>

<p>3. Menjaga kebersihan dan kesehatan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun/<em>hand sanitizer</em> sebelum makan serta menggunakan masker untuk menghindari virus dan polusi.</p>

<p>4. Mengkonsumsi cukup buah dan sayur untuk menjaga stamina saat berkendara.</p>

<p>5. Mencukupi kebutuhan air di dalam tubuh.</p>

<p>6. Mengendalikan stres dan emosi saat berkendara.</p>

<p>7. Melakukan istirahat setelah 4 jam berkendara, serta melakukan peregangan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Mudik menjadi momen yang dinanti untuk menyambut idul fitri, untuk itu jaga stamina dan kesehatan tubuh dengan menerapkan berbagai <strong>tips mudik sehat</strong> diatas.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Tidak lupa untuk segera batalkan puasa dan lakukan pemeriksaan kesehatan ke fasilitas atau posko kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit selama berada di perjalanan, agar bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Menjadikan Ramadhan Sebagai Momen Berhenti Merokok</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/menjadikan-ramadhan-sebagai-momen-berhenti-merokok</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/menjadikan-ramadhan-sebagai-momen-berhenti-merokok</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Bulan ramadhan merupakan momen yang tepat bagi kita untuk mulai berhenti dari berbagai kebiasaan yang buruk, salah satunya adalah <strong>merokok</strong>.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Merokok adalah</strong> sebuah kegiatan yang tidak hanya berbahaya bagi tubuh perokok, namun juga bagi kesehatan seluruh orang yang ada di sekitarnya. Untuk itu, berpuasa dibulan ramadhan bisa dijadikan sebagai latihan bagi para perokok untuk mulai berhenti dari kecanduannya tersebut.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h1><strong>Manfaat Berhenti Merokok.</strong></h1>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh para perokok, setelah <strong><em>berhenti merokok</em></strong> dalam beberapa waktu, seperti:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. 20 Menit pertama = Tekanan darah, denyut nadi dan aliran darah tepi akan membaik</p>

<p>2. 12 Jam = Hampir seluruh nikotin di dalam tubuh sudah dimetabolisme. Selain itu kadar CO dalam darah kembali normal.</p>

<p>3. 1 &ndash; 2 Hari = Nikotin mulai tereliminasi dari tubuh, Fungsi pengecap dan penciuman membaik, serta sistem kardiovaskular akan meningkat baik.</p>

<p>4. 5 Hari = Sebagian besar metabolit nikotin dalam tubuh sudah hilang, fungsi perasa/pengecap dan pembau akan lebih membaik, dan sistem kardiovaskuler terus meningkat baik.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Dengan mengetahui <strong><em>manfaat dari berhenti merokok</em></strong> diatas, diharapkan dapat dijadikan acuan dan motivasi bagi para perokok untuk mulai mencoba berhenti dari kecanduannya di bulan ramadhan ini, agar pada saat setelah lebaran, kita dapat berhenti secara total dari kegiatan merokok.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Mari mulai terapkan <strong>perilaku hidup sehat</strong> dengan berhenti merokok. Sayangi tubuh kita, sayangi keluarga kita.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Segera hubungi <strong>Quitline Berhenti Merokok</strong> Kementerian Kesehatan di nomor&nbsp; 0-800-177-6565 pada hari Senin-Sabtu pukul 08.00 s.d 16.00 WIB apabila membutuhkan bimbingan dan motivasi untuk berhenti merokok.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Tips Mengatasi Insomnia Selama Ramadhan</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/tips-mengatasi-insomnia-selama-ramadhan</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/tips-mengatasi-insomnia-selama-ramadhan</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p>Saat <strong>bulan ramadhan</strong> tiba, terdapat sebuah pola hidup yang berubah pada setiap muslim yang melaksanakan ibadah puasa, mulai dari pola makan hingga pola tidur. Bagi beberapa orang, kondisi tersebut akan sangat mempengaruhi kehidupan mereka, salah satunya mengalami gangguan tidur atau insomnia.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Melihat kondisi tersebut, penting bagi penderita <strong><em>insomnia</em></strong> untuk mengetahui berbagai cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki waktu tidurnya. Hal ini dilakukan agar aktivitas harian tidak terganggu, dan ibadah puasa dapat berjalan dengan lancar dan sehat.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h1><strong>Mencegah Insomnia Selama Ramadhan.</strong></h1>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh penderita insomnia selama bulan ramadhan, diantaranya adalah:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Meskipun berpuasa, tetap lakukan aktivitas fisik seperti olahraga ringan atau hal positif lainnya, dan kurangi waktu tidur siang.</p>

<p>2. Membuat jadwal tidur dan melaksanakannya setiap hari</p>

<p>3. Buat suasana tidur senyaman mungkin</p>

<p>4. Hindari mengkonsumsi makan dalam jumlah banyak saat berbuka puasa.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Kondisi fisik yang sehat, merupakan kunci dari semangatnya kita dalam menjalankan ibadah di bulan ramadhan, sehingga dengan menerapkan beberapa <strong><em>tips mencegah insomnia</em></strong> diatas, diharapkan mampu menjadi acuan agar pola tidur kembali membaik selama bulan ramadhan.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Tetap terapkan <strong>perilaku hidup sehat</strong> dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan segera untuk lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit akibat gangguan tidur, agar bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin dari petugas kesehatan.&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>5 Tips Nyaman Puasa Bagi Penderita Maag</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/5-tips-nyaman-puasa-bagi-penderita-maag</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/5-tips-nyaman-puasa-bagi-penderita-maag</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p><strong>Puasa</strong> merupakan ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim pada bulan Ramadhan dengan menahan diri dari makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, bagi penderita maag, puasa merupakan tantangan tersendiri, karena akan memicu atau memperparah dari sakit maag itu sendiri.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Melihat kondisi diatas, maka penting bagi <strong>penderita maag</strong> untuk mengetahui cara yang tepat dan aman agar prosesi ibadah puasa dapat berjalan dengan nyaman.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h1><strong>Tips Puasa Nyaman Bagi Penderita Maag.</strong></h1>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan oleh penderita maag agar puasa dapat berjalan dengan nyaman, diantaranya adalah sebagai berikut:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Menghindari menu makanan yang berminyak, pedas dan digoreng karena akan memicu peningkatan asam lambung</p>

<p>2. Hindari makanan terlalu cepat/buru-buru</p>

<p>3. Hindari makan berlebihan pada saat buka puasa maupun sahur untuk menghindari gangguan pencernaan</p>

<p>4. Tidak disarankan untuk tidur setelah makan</p>

<p>5. Memilih menu makanan yang tepat seperti nasi, oatmeal, daging rendah lemak, dan buah yang tidak asam serta diolah dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Bulan ramadhan merupakan momen yang penting bagi umat Muslim untuk beribadah dengan maksimal. Dengan menjalankan <strong><em>tips nyaman berpuasa bagi penderita maag</em></strong> diatas dapat menjadi solusi dalam menjalankan ibadah dengan nyaman tanpa kendala dari penyakit maag.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Tetap terapkan <strong>perilaku hidup sehat</strong> selama bulan ramadhan seperti mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan melakukan aktivitas fisik ringan minimal 30 menit.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Selain itu, tidak lupa untuk segera batalkan puasa dan lakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila <strong>penyakit maag</strong> semakin memburuk, agar bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>sumber =&nbsp;</p>

<ol>
	<li><a href="https://www.instagram.com/p/CqkK7pJS20-/"><strong>Direktorat Promkes dan PM</strong></a></li>
	<li><a href="https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/111/tips-puasa-bagi-penderita-maag-agar-tetap-nyaman"><strong>Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan</strong></a></li>
</ol>
]]></description>
			    </item><item>
				<title>Mengenal Gejala Kanker pada Anak</title>
				<link>https://upk.kemkes.go.id/new/mengenal-gejala-kanker-pada-anak</link>
				<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:33:43 +0700</pubDate>
				<guid isPermaLink="true">https://upk.kemkes.go.id/new/mengenal-gejala-kanker-pada-anak</guid>
				<category>
				<![CDATA[ Artikel ]]>
				</category>
				<description><![CDATA[<p><strong>Kanker pada anak</strong> merupakan salah satu penyakit yang menjadikan mimpi buruk setiap orangtua. Meskipun kanker pada anak relatif jarang terjadi, tetapi hal tersebut tidak menutup kemungkinan dan dampaknya sangat besar bagi keluarga serta anak yang terkena. Kanker anak biasanya terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh di dalam tubuh anak dan menyebar ke bagian tubuh yang lain.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Berdasarkan jenisnya, terdapat beberapa<strong> jenis kanker</strong> yang paling umum dan kerap ditemukan pada pasien anak-anak, diantaranya adalah leukemia, tumor otak, tumor neuroblastoma, dan limfoma.</p>

<p>&nbsp;</p>

<h1><strong>Gejala Kanker pada Anak</strong></h1>

<p>&nbsp;</p>

<p>Adapun <strong>gejala kanker</strong> pada anak cukup beragam, hal ini tergantung pada jenis kanker yang diderita oleh sang anak. Beberapa gejala yang umum terjadi pada anak-anak yang terkena kanker antara lain:</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>1. Perut yang membuncit</p>

<p>2. Nyeri pada tangan, kaku/tulang dan bengkak tanpa ada riwayat trauma maupun infeksi</p>

<p>3. Sakit kepala yang menetap</p>

<p>4. Penurunan berat badan</p>

<p>5. Demam tanpa ada sebab yang jelas</p>

<p>6. Batuk yang menetap</p>

<p>7. Berkeringat saat di malam hari</p>

<p>8. Terlihat benjolan/pembengkakan yang tidak nyeri tanpa sebab yang jelas.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p><strong>Kanker anak</strong> memang merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menakutkan, tetapi dengan melakukan deteksi dini dan pengobatan yang tepat pada setiap gejala yang muncul, kesempatan untuk sembuh dari kanker anak semakin besar.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Dengan demikian, orangtua harus selalu waspada dan mengamati kesehatan anak mereka agar dapat segera mengambil tindakan jika ditemukan gejala yang mencurigakan.</p>

<p>&nbsp;</p>
]]></description>
			    </item></channel>
				</rss>